Pemerintah Kebut Diversifikasi Energi! Siapin PLTS 100 GW hingga B50

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Senin, 11 Mei 2026 | 08:49 WIB
Pemerintah Kebut Diversifikasi Energi! Siapin PLTS 100 GW hingga B50
Pemerintah Kebut Diversifikasi Energi! Siapin PLTS 100 GW hingga B50 (astakom/Kementerian ESDM)

astakom.com, Jakarta - Di tengah tensi geopolitik global yang masih bergejolak, dan rantai pasok energi dunia kondisinya rawan terganggu, pemerintah terus all out memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan diversifikasi energi jadi langkah krusial supaya Indonesia nggak terlalu bergantung pada impor energi maupun satu sumber energi tertentu.

Menurut Bahlil, kondisi energi global yang tidak menentu berpotensi memukul perekonomian negara apabila tidak diantisipasi sejak awal. 

Karena itu, pemerintah kini fokus menjalankan tiga agenda utama, yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW), peningkatan mandatori biodiesel menuju B50, serta percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Percepat lakukan diversifikasi

“Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi, agar ketika satu sumber energi sulit didapat, kita masih punya sumber energi yang lain,” kata Bahlil di keterangan resminya, dikutip pada Minggu (10/5/2026).

"Beruntung Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil, yang juga berperan strategis pada upaya ketahanan energi," tambahnya. 

Langkah pemerintah ini sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya juga menyoroti ancaman krisis energi global saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Cebu, Filipina baru-baru ini.

Presiden Prabowo imbau ASEAN antisipasi soal energi

Presiden Prabowo memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik dan gangguan distribusi energi dunia bisa memberi tekanan serius terhadap keamanan energi kawasan ASEAN. Menurut Presiden Prabowo, ketahanan energi kawasan nggak bisa dibangun secara dadakan atau reaktif.

Negara-negara ASEAN perlu bergerak lebih cepat untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan dan menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi potensi krisis energi berkepanjangan.

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” kata Presiden Prabowo, dikutip oleh astakom.com, kemarin (10/05/2026).

Persiapan B50 hingga PLTS 

Dorongan diversifikasi energi ini juga mulai diterjemahkan ke kebijakan konkret. Pemerintah diketahui lagi siapin implementasi biodiesel B50 setelah sebelumnya resmi menjalankan program B40 pada 2025.

Kebijakan ini ditargetkan bisa menekan impor solar sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. Selain itu, pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan lewat proyek PLTS skala jumbo hingga 100 GW.

Percepat proyek PLTS

Pengembangan energi surya dinilai bakal menjadi salah satu tulang punggung transisi energi Indonesia ke depan, sejalan dengan target memperkuat pasokan listrik nasional berbasis energi bersih.

Sejumlah proyek hilirisasi dan transisi energi juga mulai dipercepat pemerintah dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari pengembangan bioenergi, pembangunan proyek energi strategis nasional, hingga penggantian pembangkit diesel menjadi PLTS di sejumlah wilayah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Indonesia untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis dan ketidakpastian distribusi energi global. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Krisis energi global makin unpredictable, makanya pemerintah lagi gercep cari backup lewat PLTS 100 GW, biodiesel B50, sampai kendaraan listrik. Targetnya simpel: RI gak gampang goyah kalau rantai pasok energi dunia chaos. Prabowo dan Bahlil kompak bilang diversifikasi energi sekarang udah bukan opsi, tapi urgent move.

energi terbarukan diversifikasi energi PLTS Prabownomics Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB