MinyaKita Langka dan Harga Naik di Sejumlah Pasar, Ini Respons Mendag

Pewarta: Shintya
Editor: AR Purba
Senin, 11 Mei 2026 | 13:00 WIB
MinyaKita Langka dan Harga Naik di Sejumlah Pasar, Ini Respons Mendag
MinyaKita Langka dan Harga Naik di Sejumlah Pasar, Ini Respons Mendag [astakom/str-Destriadi Yunas Jumasani]

astakom.com, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia nge-gep kalau harga minyak goreng merek MinyaKita langka dalam beberapa hari ini. Bahkan ada juga yang ngejual minyak goreng rakyat MinyaKita dengan harga yang gak sesuai HET atau Harga Eceran Tertinggi.

Berdasarkan sidak yang dilakuin Ombudsman minyak goreng rakyat MinyaKita di Pasar Induk Kramat Jati, dan Pasar Senen stok MinyaKita kosong. Jadinya di kedua pasar itu minyak goreng merek ini tergolong langka.

Sementara itu, di Pasar Raya Johar Baru, Anggota Ombudsman RI, Abdul Ghoffar menemukan harga MinyaKita mengalami lonjakan harga atau lebih tinggi dari HET (Harga Eceran Tertinggi) sekitar Rp19 ribu/liter, dari harga yang ditetapkan pemerintah (HET) yaitu Rp15.700/liter.

Pada hari Minggu (10/5/2026) MinyaKita di Pekalongan juga mengalami kelangkaan. Disinyalir proses distribusi MinyaKita yang belum stabil-lah yang bikin kelangkaan ini terjadi, efeknya yaitu harga minyak goreng kemasan bermerek lainnya juga ikut terdongkak naik melebihi HET yang ditetapkan.

Stok menipis, harga naik

Harga minyak goreng kemasan bermerek diketahui mengalami kenaikan ditaksir Rp1000 sampai Rp2000. Sehingga harganya di kisaran Rp21.000/liter, dari HET yang ditetapkan adalah Rp20.000/liter.

Asiyah seorang pedagang di Pasar Bojong bilang kalau dirinya menerima kiriman MinyaKita itu seminggu sebelum lebaran 2026. Dia nebak kalaupun barangnya ada, pasti harganya udah naik.

“Sekarang jarang ada yang jual Minyakita karena barangnya memang tidak ada, kalau pun ada, harganya juga sudah naik,” katanya, dikutip oleh astakom.com, pada Senin (11/5/2026).

Kelangkaan di Sumut dan Kalimantan Tengah

Kelangkaan juga terjadi di Sumatera Utara. Sebagian warga yang masih dapet MinyaKita harus mengeluarkan uang lebih dari biasanya. MinyaKita kebanyakan dipatok harga Rp20ribu/liter, meskipun tidak semua tapi kebanyakan menjual dengan harga segitu.

“Kalaupun dapat pasokan Minyakita, harganya bisa mencapai Rp20 ribuan/Kg. Meskipun ada yang menemukan di kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu/Kg,” kata pedagang di Sumut dikutip oleh astakom.com pada Senin (11/5/2026).

Selanjutnya, di Kalimantan Tengah, Bulog udah mendistribusikan 4 juta liter MinyaKita di provinsi setempat.

"Bulog saat ini sesuai penugasan dari pemerintah, ditugaskan sebagai distributor satu Minyakita untuk disalurkan langsung ke toko-toko pengecer. Sampai saat ini kami telah mendistribusikan Minyakita lebih dari 4 juta liter," kata Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana di Palangka Raya, dikutip oleh astakom.com pada Senin (11/5/2026).

Mendag: Harga MinyaKita masih terkendali

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso bilang kalau kenaikan harga minyak goreng MinyaKita masih dalam kendali.

Mendag juga bilang kalau nggak ada kelangkaan stok minyak goreng di pasaran. Bahkan dia bilang kalau kenaikannya masih rendah dibandingkan kenaikan minyak goreng merek ini tahun lalu.

"Sekarang (harga di pasar) Rp 15.900-an, sekarang HET-nya Rp 15.700-an. Harga maksudnya harga? Kalau dibandingkan setahun yang lalu malah Rp 16.800-an. Ya artinya sebenarnya Minyakita itu tidak naik dibanding tahun sebelumnya," ungkap Budi, di Sarinah, Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Senin (11/5/2026).

Dia juga membeberkan kalau Minyakita merupakan produksi dari kewajiban pasokan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) dari eksportir. Makanya jumlahnya lebih terbatas di pasaran.

Mnyak merk lain aman

Selain itu, sebagian Minyakita difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia Timur, seperti Papua. Meskipun begitu, Budi membuka peluang buat masyarakat milih alternatif minyak goreng merek lain selain Minyakita.

"Yang berkurang memang Minyakita-nya. Tapi minyak yang lain-lain banyak, enggak ada kelangkaan, enggak ada," jelasnya.

"Minyak (goreng) di luar Minyakita itu banyak. Jadi ya, kan kalau yang ke Minyakita itu juga menengah ke bawah peruntukannya. Makanya kenapa Minyakita itu tidak dijual di ritel modern? Nah kalau yang dijual di ritel modern itu berarti nanti bisa menengah atas, artinya cuma di pasar-pasar aja," kata Budi.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

MinyaKita lagi rare di banyak daerah, dari Jakarta sampai Sumut, bikin harga minyak goreng ikut naik dan warga mulai resah. Ombudsman nemuin stok kosong plus harga jual yang lewat HET sampai Rp20 ribuan per liter. Tapi pemerintah bilang stok overall masih aman, cuma supply MinyaKita lagi ketat karena distribusi dan kuota DMO.

minyakita Mendag Budi Santoso

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB