Juli 2026 Beroperasi! Kehadiran Sekolah Rakyat Sampang Upgrade Pendidikan Warga di Pulau Madura

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: AR Purba
Senin, 11 Mei 2026 | 15:39 WIB
Juli 2026 Beroperasi! Kehadiran Sekolah Rakyat Sampang Upgrade Pendidikan Warga di Pulau Madura
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, Minggu (10/5/2026). [Kemensos]

astakom.com, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, Minggu (10/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.

“Targetnya adalah akhir bulan Juni sudah selesai, nanti pada minggu kedua sudah bisa digunakan masa pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.

Saat ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sampang telah mencapai lebih dari 54 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung tepat waktu agar proses belajar mengajar dapat segera dimulai.

Untuk wilayah Madura, program Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan di tiga kabupaten, yakni Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Sementara itu, gedung permanen pertama dibangun di Kabupaten Sampang.

“Untuk sementara, tahun depan tiga kabupaten lainnya kita harapkan juga sudah bisa dibangun gedung permanennya,” kata Gus Ipul.

Pusat Pendidikan Empat Kabupaten

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat permanen di Sampang nantinya diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi siswa dari empat kabupaten di Madura. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan simulasi seleksi dan penempatan siswa dari sekolah rintisan ke fasilitas permanen tersebut.

“Ini sedang kita simulasikan untuk seleksi bagi siswa-siswa Sekolah Rakyat di empat Kabupaten. Mungkin yang sudah berada di tempat masing-masing sekarang diteruskan. Sementara untuk Tahun Ajaran 2026, empat Kabupaten bisa di sini (Sampang),” jelasnya.

Sekolah Rakyat permanen di Sampang nantinya memiliki kapasitas hingga seribu siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini ditujukan khusus bagi keluarga miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Gus Ipul juga menegaskan proses penerimaan siswa dilakukan melalui sistem penjangkauan, bukan pendaftaran umum. Ia memastikan seluruh proses berjalan transparan tanpa praktik titipan maupun pungutan liar.

“Kita ingin dalam proses penjangkauan ini tidak ada titipan, tidak ada kongkalikong, tidak ada membayar-membayar, tidak ada yang katakanlah KKN. Itu tidak diizinkan dalam ketentuan bagaimana arahan Bapak Presiden,” tegasnya.(ACwan/aRsp)

Gen Z Takeaway

Sekolah Rakyat di Sampang ini bukan cuma bangun gedung, tapi juga jadi harapan baru buat anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah pengin semua prosesnya fair tanpa titipan atau “orang dalam”, jadi yang benar-benar butuh bisa dapat akses sekolah yang layak. Kalau proyek ini sukses, vibes pendidikan gratis dan berkualitas di Madura bakal makin nyata.

sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Sekolah Rakyat Sampang Program Prioritas Presiden Program Kerja Prioritas Nasional

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB