Energi Hijau Lagi Naik Level, Presiden Prabowo Ajak ASEAN Gercep Kolaborasi di Proyek PLTS

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB
Energi Hijau Lagi Naik Level, Presiden Prabowo Ajak ASEAN Gercep Kolaborasi di Proyek PLTS
Energi Hijau Lagi Naik Level, Presiden Prabowo Ajak ASEAN Gercep Kolaborasi di Proyek PLTS [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Isu transisi energi dan penguatan ketahanan listrik kawasan jadi salah satu fokus utama negara-negara ASEAN dalam beberapa tahun ke depan.

Indonesia pun ikut tancap gas dengan mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dan ngajak negara-negara ASEAN buat kolaborasi bareng mempercepat pengembangan energi hijau di kawasan.

Ajakan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area atau BIMP-EAGA di Cebu, dikutip pada Minggu (10/05/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan, kawasan ASEAN punya potensi gede dalam pengembangan energi baru terbarukan, mulai dari tenaga air, surya, sampai energi angin yang bisa jadi fondasi ketahanan energi kawasan di masa depan.

Transisi energi ASEAN

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," kata Presiden Prabowo dalam keterangan resmi yang dilansir laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat lalu (08/05/2026).

Presiden menilai kerja sama lintas negara jadi kunci buat mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Karena itu, dia mendorong negara-negara anggota BIMP-EAGA buat makin solid dalam pembangunan infrastruktur energi hijau, termasuk proyek tenaga air di Kalimantan, pengembangan energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir.

Bangun PLTS 100 GW

"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar," kata Presiden RI Prabowo.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bilang, proyek-proyek energi bersih yang dibangun lewat kerja sama subregional ASEAN bakal bikin akses listrik makin terjangkau, khususnya buat masyarakat di wilayah terpencil.

Akses energi di daerah sampai konservasi energi

Menurut Bahlil, hasil kerja sama dalam Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC) mencakup proyek interkoneksi jaringan listrik, pengembangan energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, hingga program efisiensi energi dan konservasi energi.

"Program ini akan memperkuat kolaborasi subregional, sehingga masyarakat di daerah remote area mampu mengakses energi dengan harga yang terjangkau untuk kesejahteraan yang lebih baik," kata Bahlil.

Di forum itu, negara-negara anggota juga mengesahkan dokumen BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035 yang jadi roadmap pembangunan kawasan agar makin inklusif, sustain, dan kompetitif lewat penguatan konektivitas serta pembangunan energi bersih. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia lagi all out ngegas transisi energi lewat proyek PLTS 100 GW dan ngajak negara ASEAN buat collab bangun energi hijau bareng. Fokusnya bukan cuma bikin kawasan lebih sustain, tapi juga biar akses listrik di remote area makin murah dan merata. ASEAN vibes sekarang makin future-ready karena energi bersih jadi main character pembangunan kawasan.

PLTS Presiden Prabowo BIMP-EAGA KTT 48 ASEAN Prabowo Subianto

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB