Koperasi Desa Mulai Go Digital, Kemkomdigi Dorong KDKMP Naik Kelas Lewat Internet Cepat
astakom.com, Jakarta – Transformasi digital kini mulai menyasar Koperasi Desa. Pemerintah mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masuk ke ekosistem digital lewat penguatan jaringan internet, sistem teknologi, hingga akses pasar online agar ekonomi desa makin terkoneksi dan kompetitif.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pun menilai desa dan kelurahan punya peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Karena itu, pembangunan infrastruktur digital kini diarahkan bukan cuma memperluas koneksi internet, tetapi juga memperkuat koperasi dan UMKM di daerah.
Saat ini, jaringan 4G disebut telah menjangkau 98,95 persen populasi Indonesia. Sementara layanan 5G sudah tersedia di sekitar 22 persen pusat ekonomi dan kawasan perkotaan. Pemerintah menilai konektivitas itu bisa membuka akses pasar yang lebih luas bagi koperasi desa dan pelaku usaha lokal.
Meski infrastruktur digital terus diperluas, adopsi teknologi di sektor UMKM masih jadi tantangan. Dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang masuk ke ekosistem digital. Kondisi itu membuat transformasi digital koperasi dan UMKM dinilai perlu berjalan beriringan agar pelaku usaha lokal bisa lebih adaptif dan berkelanjutan di tengah perkembangan ekonomi digital.
Internet dorong koperasi
“Transformasi digital UMKM dan koperasi desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan,” kata Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi Farida Dewi Maharani kepada wartawan, kemarin (07/05/2026).
Farida mengatakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi saat ini diarahkan agar koperasi desa dan UMKM semakin mudah terhubung dengan internet serta memiliki akses pasar yang lebih luas.
“Penguatan infrastruktur ini kami arahkan agar koperasi desa dan UMKM semakin terkoneksi dengan internet, membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing daerah,” ujarnya.
UMKM masuk ekosistem
Sementara itu, Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Riza Azmi mengatakan sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri sejak program tersebut diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025.
Menurutnya, koperasi tersebut kini juga diperkuat lewat Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) sebagai bagian dari modernisasi tata kelola koperasi berbasis teknologi.
“Sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola yang modern, Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota,” kata Riza.
Desa mulai terkoneksi
Di sisi lain, jurnalis senior sekaligus akademisi Universitas Padjadjaran Abie Besman menilai cerita tentang koperasi desa perlu dikemas lebih kuat agar terasa dekat dengan publik. Menurutnya, pemberitaan koperasi sering terjebak pada narasi formal dan seremonial, sehingga dampaknya kurang terasa bagi pembaca.
“Berita harus punya denyut. Cari nilai beritanya, apa dampaknya bagi masyarakat, apa konfliknya, apa kebaruannya. Kalau tidak menarik, koperasi akan sulit ‘dijual’ ke publik,” ujar Abie kepada wartawan. (deA/aNs)













