Biar Gak Sekadar FOMO Sama Program Prioritas Presiden Prabowo: 118 BEM Dialog Bareng Mentan
astakom.com, Jakarta – Pertemuan antara 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, kemarin (06/05/2026), benar-benar high tension dan penuh energi. Mahasiswa nggak cuma duduk manis, tapi aktif nge-spill kritik dan laporan lapangan yang bikin suasana diskusi jadi makin dinamis.
Mentan Amran pun kasih apresiasi tinggi buat keberanian mahasiswa yang kritis tapi tetap konstruktif. “Saya salut pada BEM, mahasiswa yang hadir hari ini. Cukup kritis tapi konstruktif. Bukan fitnah, kritis tapi konstruktif,” kata Menteri Amran, dilansir laman resmi Kementan pada Kamis (07/05/2026).
Program MBG: gizi terjamin, ekonomi auto-gacor
Salah satu topik yang paling hype adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Mentan, program ini adalah kunci buat ningkatin kualitas SDM sekaligus jadi motor penggerak ekonomi di desa karena pemerintah bakal jadi pembeli tetap hasil tani.
“MBG ini jangan dilihat berdiri sendiri. Ini menjadi offtaker bagi 160 juta petani Indonesia. Ekonomi desa bergerak, pasar hidup, dan anak-anak kita ke depan lebih cerdas karena gizinya terpenuhi,” jelasnya.
Potong jalur mafia via Kopdes
Biar petani makin cuan, pemerintah ngenalin Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) buat motong rantai pasok yang selama ini kepanjangan. Amran tegas banget soal niatnya buat nge-kick para tengkulak yang ambil untung kegedean.
“Selama ini komoditas pertanian harus melalui 8 tahap untuk sampai ke konsumen, sementara dengan Kopdes nantinya memutus rantai yang selama ini dinikmati middleman hingga Rp336 trilliun per tahun,” tegas Mentan Amran.
Data valid: Indonesia swasembada, anti-FOMO impor
Gak cuma omon-omon, Mentan pamer data kalau stok pangan kita lagi di fase peak alias tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan standar FAO, Indonesia udah sah disebut swasembada karena impor pangan pokoknya jauh di bawah 10%.
“Stok kita beras tertinggi selama merdeka, 5 juta ton lebih. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Dulu hanya sekitar 2,6 juta ton, sekarang sudah di atas 5 juta ton,” ungkapnya.
Bukan hanya itu. Ada kabar baik buat pejuang pangan, Nilai Tukar Petani (NTP) tembus angka tertinggi 125,45 di Februari 2026. Ini bukti kalau daya beli petani makin kuat, apalagi ditambah kebijakan harga pupuk yang dipangkas habis-habisan.
“Pupuk subsidi turun 20 persen. Ini tidak pernah terjadi selama republik ini merdeka. Di saat dunia kekurangan pupuk dan harga naik, di Indonesia justru turun,” ujar Mentan Amran.
Sikat mafia pangan, no mercy!
Mentan Amran juga nunjukin kalau dia nggak main-main soal integritas. Beliau terang-terangan bilang kalau udah banyak oknum nakal yang kena blacklist dan masuk jeruji besi demi menjaga uang negara.
“Ada koruptor, kita penjarakan. Di sektor pertanian sudah 76 tersangka. Bahkan ada pejabat eselon II yang kita pecat dan penjarakan. Ini uang negara, tidak boleh disalahgunakan,” tukasnya di depan para mahasiswa.
Kolaborasi bareng Genzi buat masa depan
Di akhir diskusi, Mentan ngajak mahasiswa buat nggak cuma jadi penonton, tapi ikut ambil peran dalam transformasi besar pertanian, mulai dari mekanisasi sampai kemandirian energi (Biodiesel B5). Menteri Amran pengen transparansi data jadi jembatan biar mahasiswa makin percaya sama kerja pemerintah.
“Negara ini tidak bisa kita bangun sendiri. Harus kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita gandeng bersama. Ini negara milik kita bersama dan masa depannya ada di tangan kalian,” pungkas Mentan Amran. (aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pertemuan 118 BEM bareng Mentan Amran Sulaiman beneran high tension tapi tetep respectful, di mana mahasiswa aktif nge-spill kritik konstruktif dan Mentan pamer data swasembada yang lagi peak sepanjang sejarah. Fokusnya nggak main-main: mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi offtaker buat bikin ekonomi desa auto-gacor, pemangkasan mafia pangan lewat Kopdes biar petani makin cuan, sampe urusan pupuk subsidi yang harganya slay alias turun drastis.
Intinya, Mentan ngajak Gen Z buat kolaborasi dan nggak cuma jadi penonton, karena masa depan ketahanan pangan kita lagi di-set buat leveling up lewat transparansi dan integritas tanpa ampun buat para koruptor.









