Trump Luncurkan Project Freedom: Upaya AS Pecah Kebuntuan Blokade Iran di Selat Hormuz

Editor: Anri Syaiful
Selasa, 5 Mei 2026 | 20:36 WIB
Trump Luncurkan Project Freedom: Upaya AS Pecah Kebuntuan Blokade Iran di Selat Hormuz
AS resmi meluncurkan Project Freedom, sebuah operasi militer ambisius yang digagas Presiden Donald Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz. (Astakom / Ilustrasi Selat Hormuz Freepik)

astakom.com, Jakarta – Amerika Serikat resmi meluncurkan Project Freedom, sebuah operasi militer ambisius yang digagas Presiden Donald Trump untuk membuka kembali Selat Hormuz. Hal itu diumumkan Trump pada Minggu (03/05) malam waktu setempat melalui media sosialnya.

Langkah ini bertujuan membebaskan ratusan kapal dagang yang terjebak akibat blokade Iran, yang kini membawa kawasan Teluk ke ambang perang terbuka.

Klaim kemenangan awal CENTCOM

Guardian mewartakan, Laksamana Brad Cooper selaku Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa pasukan AS telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal jelajah dan drone. Militer negara superpower itu  mengerahkan kekuatan besar, termasuk kapal perusak, 100 pesawat tempur, dan 15.000 personel militer untuk mengamankan jalur pelayaran tersebut.

Bantahan keras dari Teheran

Iran dengan cepat membantah klaim keberhasilan AS dan menolak laporan bahwa kapal dagang Amerika telah berhasil melintasi selat. Sebaliknya, pihak Teheran mengklaim telah berhasil menghantam sebuah fregat milik Angkatan Laut AS dengan dua rudal di kawasan tersebut.

Meski situasi memanas, perusahaan pelayaran Maersk mengonfirmasi bahwa kapal Alliance Fairfax berhasil keluar dari Teluk dengan pengawalan militer AS. Keberhasilan ini menjadi titik terang pertama di tengah kekhawatiran global akan lumpuhnya jalur perdagangan energi dunia.

Pernyataan kontroversial Donald Trump

Donald Trump meremehkan serangan Iran dan menyebut kerusakan yang terjadi sangat minim. Trump menegaskan bahwa operasi akan terus berjalan meski harga minyak dunia mulai melonjak akibat ketidakpastian keamanan di kawasan tersebut.

"Selain kapal Korea Selatan itu, hingga saat ini tidak ada kerusakan dalam pelayaran melalui selat tersebut," ujar Trump melalui platform Truth Social, di tengah lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengeluarkan peringatan keras bahwa Iran akan "dihancurkan dari muka Bumi" jika berani menyerang aset AS.

Ia juga mengklaim bahwa tekanan militer ini justru membuat rezim Iran mulai melunak dalam proses perundingan damai.

Serangan drone di lepas pantai Oman

Situasi di lapangan tetap berbahaya setelah kapal tanker MV Barakah milik UEA dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Iran.

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan telah berhasil mencegat beberapa rudal . Terutama yang diarahkan ke wilayah teritorial mereka.

Nasib 20.000 pelaut terkatung-katung

Diperkirakan lebih dari 850 kapal dan sekitar 20.000 pelaut terjebak di dalam Teluk sejak konflik pecah pada Februari lalu.

Krisis kemanusiaan dan logistik ini menjadi alasan utama di balik urgensi pelaksanaan "Project Freedom" oleh pemerintah Amerika Serikat.

Strategi jalur selatan

Operasi ini tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata. Namum juga koordinasi navigasi melalui rute selatan yang melintasi perairan Oman.

AS memang berupaya menyediakan jalur aman bagi kapal komersial. Terlebih, telah berbulan-bulan tidak bisa bergerak akibat blokade balasan.

Di sisi lain, para pelaku industri pelayaran internasional, termasuk Asosiasi Pemilik Kapal Hong Kong, menanggapi operasi ini dengan hati-hati. Mereka khawatir bahwa pelayaran tanpa persetujuan Iran akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata yang disepakati bulan lalu justru memicu konfrontasi yang lebih besar.

"Dalam kondisi seperti ini, kita harus berhati-hati," ujar Richard Hext, Ketua Vanmar Shipping dan Asosiasi Pemilik Kapal Hong Kong kepada CNN.

Perpanjang blokade pelabuhan Iran

Sebelumnya, seperti dilansir astakom.com, Presiden Trump dikabarkan telah mengarahkan para penasihatnya untuk prepare dalam memperpanjang blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan di Iran.

Langkah ini merupakan upaya lanjutan dari kebijakan blokade AS yang sudah diterapkan sejak pertengahan April silam. Dengan tujuan utama menekan Iran agar membuka kembali akses ke Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global. (aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Sumpah, tensi di Selat Hormuz lagi peak banget gara-gara Trump baru aja nge-drop "Project Freedom" buat nge-gas blokade Iran yang bikin ratusan kapal kena stuck berjamaah. Meskipun klaim sana-sini masih cloudy—antara CENTCOM yang ngerasa udah menang banyak vs Iran yang ngaku udah nge-hantam balik—situasi ini beneran bikin ekonomi global ketar-ketir karena nasib 20.000 pelaut dan harga minyak lagi di fase red flag. Pokoknya vibes-nya udah kayak mau perang terbuka, tapi AS tetep main character energy buat maksa buka jalur navigasi lewat rute selatan biar perdagangan dunia nggak makin losing streak.

Donald Trump selat hormuz Iran AS Blokade

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB