Said PDIP Kritik Pernyataan Amien Rais, Qodari: Tokoh Selevel Amien Rais Termakan Hoax!!

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: AR Purba
Senin, 4 Mei 2026 | 16:40 WIB
Said PDIP Kritik Pernyataan Amien Rais, Qodari: Tokoh Selevel Amien Rais Termakan Hoax!!
Dari kiri; Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais, dan Kepala Bakom Muhammad Qodari. [Kolase foto net]

astakom.com, Jakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, melayangkan kritik tajam terhadap Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, menyusul unggahan video yang menyinggung hubungan personal antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Said mengaku kaget atas pernyataan tersebut dan menilai narasi yang dibangun telah melanggar batasan etika karena mencampuri urusan yang bersifat sangat privat.

"Dari sisi etik, kita ini kan sebenarnya kan tidak boleh ya, hal-hal yang menyangkut privat itu menjadi diskursus publik. Siapa pun di antara kita," ungkap Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (04/05/2026).

Pernyataan Amien Rais dinilai tak etis

Persoalan etika menjadi poin utama yang disoroti Said, di mana ia menegaskan bahwa ruang pribadi seseorang tidak sepatutnya dijadikan komoditas politik atau bahan konsumsi umum.

Ia menyayangkan sikap Amien Rais yang membawa ranah sensitif ke dalam diskursus publik, mengingat kedudukan para pihak yang terlibat sebagai pejabat negara yang seharusnya dinilai berdasarkan kinerja, bukan isu personal.

"Kurang elok, ya bukan kurang elok, etik memang tidak boleh, tidak memungkinkan kita masuk ke ruang-ruang privat," tuturnya.

Komdigi sudah takedown konten tersebut

Lebih lanjut, Said menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk segera menurunkan konten tersebut dari peredaran.

Menurutnya, tindakan tegas dari pemerintah diperlukan agar platform digital tidak dipenuhi oleh konten yang tidak edukatif dan cenderung memicu kegaduhan yang tidak produktif di tengah masyarakat.

"Ya Komdigi wajib men-take-down itu. Karena tidak, tidak bisa dibiarkan. Tidak boleh Komdigi kemudian membiarkan hal-hal yang menyangkut private, ranah private pejabat publik, itu menjadi diskursus," tegas Said.

Amien Rais didorong buat permintaan maaf

Said menilai tidak ada yang keliru jika Amien Rais menyampaikan permohonan maaf. Baginya, tindakan tersebut tidak akan merendahkan martabat seseorang.

“Sebagai tokoh bangsa, benar dan salah menyampaikan hal-hal yang baik atau tiba-tiba selip lidah, atau katakanlah alpa, kemudian meminta maaf, itu tidak akan menurunkan derajat ketokohan seseorang,”

Pernyataan Amien Rais terkait hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sempat memicu polemik di tengah masyarakat. Komentar tersebut menjadi pusat perhatian lantaran memancing perdebatan di ruang publik.

Kepala Bakom turut prihatin

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, membantah keras tuduhan Amien Rais terhadap Seskab Teddy dengan menyebutnya sebagai hoaks. Qodari pun menyampaikan rasa prihatinnya atas beredarnya konten yang dianggap tidak berdasar tersebut.

“Kalau saya prihatin ya. Prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks," ungkap Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/5/2026). (aLf/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Isu ini intinya soal batas etika di ruang publik: Said Abdullah mengingatkan bahwa urusan privat pejabat tetap bukan konsumsi publik, apalagi dijadikan bahan politik. Langkah Komdigi yang men-take down konten juga menegaskan arah yang sama, bahwa diskursus sebaiknya fokus ke kinerja dan kebijakan, bukan spekulasi personal yang justru memicu polemik tanpa nilai substantif.

Said Abdullah PDIP Partai Ummat Amien Rais

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB