Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Jadi Harapan Anak-anak dari Keluarga Tidak Mampu untuk Tumbuh Setara

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: AR Purba
Senin, 4 Mei 2026 | 12:42 WIB
Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Jadi Harapan  Anak-anak dari Keluarga Tidak Mampu untuk Tumbuh Setara
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (3/5/2026). (Kemensos).

astakom.com, JakartaMenteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (3/5/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan ditargetkan sudah dapat digunakan pada tahun ajaran baru mendatang.

“Alhamdulillah, 97 ( titik lokasi) sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari 97 itu, 67 insya Allah selesai tepat waktu,” kata Gus Ipul, dikutip dari laman Kemensos.

Ia menjelaskan, sebagian proyek yang belum rampung masih menghadapi kendala administratif serta tantangan geografis. Meski demikian, bangunan tetap akan dimanfaatkan secara fungsional sambil menunggu penyelesaian secara bertahap.

Khusus di Surabaya, pembangunan Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 66.143 meter persegi dengan progres fisik telah mencapai 56 persen. Proyek ini melibatkan sekitar 789 tenaga kerja dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, sehingga siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

Jatim terbanyak

Gus Ipul juga menyoroti peran Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak. “Di Jatim ada 18. Khusus Jatim terbesar ini,” ujarnya. 

Saat ini, di provinsi tersebut telah beroperasi 26 Sekolah Rakyat rintisan, sementara 18 lokasi permanen tengah dibangun, termasuk di Surabaya, Gresik, Tuban, Jombang, dan Sampang.

Secara konsep, Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, lengkap dengan asrama siswa dan guru, fasilitas ibadah, sarana olahraga, hingga ruang terbuka hijau. 

“Gedung ini nanti bisa menampung seribu siswa. SD, SMP, dan SMA. Dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama, laboratorium, UKS, dan juga fasilitas ekstrakurikuler lainnya,” jelasnya.

Tidak buka pendaftaran

Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Pemerintah justru melakukan penjangkauan langsung berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menjaring anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. 

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau. Penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah,” tegas Gus Ipul.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam seluruh proses, termasuk pengadaan perlengkapan siswa. “Tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” tegasnya, seraya mengajak masyarakat turut mengawasi pelaksanaan program ini.

Menutup kunjungannya, Gus Ipul menyampaikan pesan reflektif yang dituliskan pada plakat di lokasi pembangunan. "Sekolah ini tidak hanya dibangun dari batu dan semen tetapi dengan harapan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk tumbuh setara." Pungkas Gus Ipul.(aRsp/ACwan)

Gen Z Takeaway

Program Sekolah Rakyat ini vibes-nya bukan cuma bangun gedung, tapi beneran “jemput bola” buat anak-anak yang selama ini nggak kebagian akses pendidikan, nggak perlu daftar, malah dicariin! Plus, konsepnya lengkap banget sampai asrama, jadi bukan sekadar sekolah tapi juga tempat tumbuh. Intinya: ini bukan cuma proyek, tapi harapan baru biar semua anak punya chance yang sama.

sekolah rakyat Sekolah Rakyat Prabowo Menteri Sosial Mensos Gus Ipul Gus Ipul

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB