Innalillahi, Jemaah Haji Indonesia Usia 73 Tahun Kloter KJT-14 Meninggal Dunia di Madinah

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Senin, 4 Mei 2026 | 23:36 WIB
Innalillahi, Jemaah Haji Indonesia Usia 73 Tahun Kloter KJT-14 Meninggal Dunia di Madinah
Innalillahi, Jemaah Haji Kloter KJT-14 Meninggal Dunia di Madinah (Kementerian Haji dan Umrah)

astakom.com, Jakarta – Kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci menjadi tahap awal pelayanan yang memerlukan kesiapan maksimal dari seluruh petugas.

Pada Minggu, (3/5/2026), seorang jemaah haji Indonesia berinisial SMP, dengan usia 73 tahun, dari kloter keberangkatan Kertajati KJT-14, diberitakan meninggal dunia.

Setiap jemaah memiliki kondisi fisik yang beragam, terutama setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia ke Arab Saudi.

Kronologi di area imigrasi

Kejadian ini terjadi setelah kondisi kesehatannya memburuk ketika berada di area bandara.

Abdul Basir, Kepala Area Kerja Bandara, menginformasikan kalau jemaah tersebut kehilangan kesadaran saat menjalani proses imigrasi.

Petugas langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa jemaah ke klinik bandara untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Jamba yang diidentifikasi dengan inisial SMP, berusia 73 tahun, dari Keberangkatan Kertajati KJT-14, mengalami penurunan kesadaran selama proses imigrasi di bandara. Begitu petugas menyadari kondisi jemaah tersebut memburuk, mereka segera memberikan pertolongan dan membawa jemaah tersebut ke klinik bandara,” ucap Abdul Basir di Madinah, dikutip oleh astakom pada Senin, (4/5/2026).

Usai mendapatkan perawatan di klinik bandara, jemaah haji tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat di Madinah guna menjalani penanganan medis lanjutan.

Akan tetapi, setelah melalui proses rujukan dan perawatan, jemaah tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Penanganan medis dan rujukan RS

"Dari klinik bandara, jemaah haji tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat di Madinah untuk perawatan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah haji tersebut kemudian dinyatakan meninggal dunia,” tuturnya.

Abdul Basir menjelaskan kalah berdasarkan data awal yang diperoleh, tidak ada informasi khusus terkait riwayat kesehatan jamaah tersebut.

Dari sisi kelengkapan dokumen keberangkatan, almarhum pun telah memenuhi seluruh persyaratan istithaah kesehatan.

Dengan demikian, ia dinyatakan layak untuk mengikuti perjalanan haji pada tahun ini.

"Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan catatan khusus atau riwayat medis tertentu. Dari segi status istithaah, almarhum dikategorikan memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” ucapnya.

Ia menjelaskan kalau kondisi ini menjadi pengingat penting bagi layanan kesehatan di lokasi kedatangan untuk selalu siaga dan tanggap.

Walaupun para jemaah udah dinyatakan layak untuk berangkat, bukan berarti kondisi fisik mereka tak bisa berubah.

Status Istithaah dan kelayakan berangkat

Perjalanan panjang, seperti penerbangan, dapat memengaruhi kesehatan mereka kapan saja. Oleh karena itu, kesiapan penuh dari pihak terkait menjadi sangat krusial.

"Meskipun jamaah telah memenuhi persyaratan istithaah, kondisi di lapangan tetap harus terus dipantau. Perjalanan panjang, kelelahan, dan proses kedatangan dapat memengaruhi kondisi fisik jamaah. Oleh karena itu, petugas harus selalu siap memberikan bantuan dengan cepat,” ucap Abdul Basir.

Abdul Basir menyatakan kalau setiap kejadian duka yang terjadi selama proses kedatangan jemaah haji menjadi pengingat akan pentingnya peran petugas dalam menghadapi situasi-situasi yang paling rentan dialami oleh para jemaah.

Ia turut menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya salah satu jemaah haji.

Abdul Basir berharap almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

"Atas nama para petugas Haji di Area Kerja Bandara, kami menyampaikan belasungkawa terdalam. Semoga almarhum memperoleh husnul khatimah, semoga amal ibadahnya diterima, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran,” ucap Abdul Basir.

Haji badal dan proses pemakaman

Abdul Basir turut mengungkapkan kalau almarhum udah dimakamkan di Baqi pada pagi hari.

Ia menambahkan kalau bagi jamaah haji yang wafat sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ritual haji, pemerintah akan mengakomodasi pelaksanaan haji badal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Jenazah dimakamkan di Baqi pagi ini. Bagi jemaah haji yang meninggal dunia, pemerintah juga akan mengatur haji pengganti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini adalah bagian dari perhatian dan tanggung jawab kami dalam melayani jemaah haji,” ucap Abdul Basir.

Dalam hiruk-pikuk kedatangan jemaah haji Indonesia, peristiwa ini menjadi salah satu fragmen cerita manusia di balik dinamika layanan bandara.

Di antara barisan panjang antrean imigrasi, deretan kursi roda, tumpukan koper, dan seruan petugas, kesiapsiagaan terus diupayakan untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik sejak langkah pertama mereka di Tanah Suci.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Traveling jarak jauh itu memang draining banget, apalagi buat lansia. Berita ini jadi reminder keras kalau kondisi fisik bisa berubah drastis dalam hitungan jam karena faktor kelelahan, meski secara medis sebelumnya dinyatakan fit. Poin pentingnya: kesigapan petugas di lapangan adalah life-saver, dan komitmen pemerintah soal haji badal jadi bentuk tanggung jawab yang perlu diapresiasi buat jemaah yang nggak sempat menyelesaikan rukunnya.

Kementerian Haji dan Umrah Kemenhaj Jemaah Haji Indonesia Madinah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB