Hari Kebebasan Pers Sedunia: Wamen Nezar Patria Spill Cara Media Biar 'Gak Goyang' di Era Digital
astakom.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) lagi kasih perhatian ekstra nih buat keberlanjutan media nasional. Apalagi sekarang industri media lagi kena mental gara-gara dominasi platform digital dan perubahan perilaku masyarakat yang lebih suka scrolling informasi di media sosial (medsos).
Biar gak makin tenggelam, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mendorong para pelaku pers buat segera cari model bisnis baru.
"Jadi bagaimana mencari model bisnis baru buat pers saat ini supaya bisa tumbuh kuat, sehat dan bisa menjalankan tugasnya sebagai pilar keempat demokrasi," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang disitat astakom.com pada Minggu (03/05/2026).
Peluang cuan dan kolaborasi konkret
Menurut Wamen Komdigi, sebenarnya banyak peluang cuan dan model bisnis baru yang bisa di-explore sama industri media. Salah satu cara yang paling slay adalah lewat kolaborasi konkret buat ngerem penyebaran misinformasi dan hoaks yang makin liar di medsos.
Gak cuma soal medsos, munculnya teknologi baru kayak kecerdasan buatan alias AI juga jadi perhatian serius. "Selain platform media sosial, banyak teknologi baru bermunculan seperti artificial intelligence yang dapat menjadi ancaman maupun peluang," tandasnya.
Momen Hari Kebebasan Pers Sedunia
Momen Hari Kebebasan Pers Sedunia pada tanggal 3 Mei ini harusnya jadi wake up call buat media nasional biar tetap konsisten jaga kualitas jurnalisme di tengah gempuran teknologi yang makin chaos. Pemerintah sendiri sudah gercep nerbitin Perpres Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Digital buat dukung jurnalisme berkualitas.
“Pemerintah mencoba menyeimbangkan hubungan antara media yang mengusung jurnalisme berkualitas dengan platform, itu sebabnya kita berharap ini bisa dijalankan setidaknya bisa membuat media bertahan di tengah gempuran teknologi ini,” jelas Nezar.
Empati badai PHK
Wamen Nezar juga ikutan ngerasa sedih alias empati banget soal badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang lagi hits tapi pahit di industri pers, dan berharap masalah ini selesai sesuai aturan yang berlaku.
Nezar Patria pengen media punya vibes yang lebih mandiri atau setidaknya punya posisi tawar yang oke. "Model yang paling tepat harus di-exercise, harus dicoba. Pilihannya, apakah mau agar mandiri keluar dari proses platform ini ataukah bersama platform berkolaborasi untuk menumbuhkan satu hubungan bisnis yang lebih sehat dan sustainable ke depan." (aNs)
Gen Z Takeaway
Substansi dari berita itu tuh intinya Wamen Nezar Patria ngasih wake up call ke media nasional biar nggak makin mental breakdown kena gempur platform digital dan AI. Caranya, media harus gercep pivot nyari model bisnis baru yang lebih slay—entah itu kolaborasi sehat bareng platform atau sekalian mandiri biar punya standing yang kuat. Pokoknya, jurnalisme berkualitas harus tetap survive dan nggak boleh kalah sama hoaks biar tetap jadi pilar demokrasi yang sustainable.











