Wamenkop Farida: 30 Ribu Koperasi Desa Disiapkan untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem
astakom.com, Jakarta – Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui penguatan ekonomi berbasis desa. Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyampaikan bahwa berbagai upaya pemerintah mulai menunjukkan hasil positif.
“Saat ini, jumlah penduduk yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem telah berkurang hingga menyisakan sekitar 2,2 juta jiwa,” ujarnya usai menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) evaluasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 di Jakarta, kemarin (27/04/2026).
Pemerintah pun akan memfokuskan intervensi pada 16.550 desa yang menjadi kantong kemiskinan ekstrem sepanjang sisa tahun 2026.
Dalam rapat yang turut dihadiri Muhaimin Iskandar, Pratikno, hingga Saifullah Yusuf, Kemenkop menyiapkan langkah konkret melalui pembentukan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan beroperasi penuh pada Agustus 2026. Program ini akan diselaraskan dengan lokasi desa prioritas agar tepat sasaran.
Prioritas pekerja koperasi
Selain itu, masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah (desil 1–4) akan diprioritaskan untuk terlibat langsung dalam operasional koperasi, dengan berbagai posisi kerja yang disiapkan. Pemerintah juga memastikan adanya pelatihan dan pendampingan bagi mereka yang belum memenuhi kualifikasi.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target nol persen kemiskinan ekstrem pada akhir 2026. Sementara itu, Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem telah turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025.
“Alhamdulillah, kemiskinan ekstrem berhasil turun dari 1,26 persen pada Maret 2024 menjadi 0,78 persen pada September 2025. Artinya, sekitar 0,48 persen penduduk miskin ekstrem telah naik kelas. Ini capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujarnya. (ACwan/aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Intinya, pemerintah lagi serius banget “gaspol” beresin kemiskinan ekstrem, bukan cuma lewat bantuan tapi juga buka peluang kerja lewat koperasi desa. Fokusnya jelas: data harus sinkron, program harus tepat sasaran, dan warga di level paling bawah diajak langsung naik kelas, bahkan kalau belum siap, tetap dibina biar bisa ikut. Jadi ini bukan sekadar janji, tapi usaha bikin sistem ekonomi dari desa biar orang nggak cuma dibantu, tapi bisa mandiri.











