Kemenhaj dan KJRI Jeddah Gelar Pelatihan Staf Penunjang Haji di Makkah

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 28 April 2026 | 16:33 WIB
Kemenhaj dan KJRI Jeddah Gelar Pelatihan Staf Penunjang Haji di Makkah
Kemenhaj dan KJRI Jeddah Gelar Pelatihan Staf Penunjang Haji di Makkah (Kementerian Haji dan Umrah)

astakom.com, Jakarta – Total terdapat 700 tenaga pendukung yang terdiri dari mahasiswa asal Timur Tengah dan mukimin di Arab Saudi sudah mengikuti Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan ini diadakan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia yang berkolaborasi bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dan Kantor Urusan Haji (KUH).

Acara ini berlangsung di Al-Wehda Tower Hotel, kawasan Jarwal, Makkah.

Kolaborasi mahasiswa dan mukimin

Pada sambutannya, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary, menyampaikan kalau para tenaga pendukung akan ditempatkan di berbagai sektor layanan haji.

Tugas mereka mencakup bidang akomodasi, katering, hingga transportasi untuk mendukung kelancaran operasional.

Selain itu, mereka bakal bertugas menjadi penerjemah dan bagian dari tim komunikasi untuk memberikan berbagai bentuk layanan teknis kepada para jemaah haji Indonesia.

"Mereka juga akan bertugas di sekitar wilayah Markaziah untuk memantau jika ada jemaah yang tersesat atau membutuhkan bantuan di jalan,” ucap Yusron dikutip oleh astakom pada Selasa, (28/4/2026).

3 kunci

Ia menegaskan kalau mahasiswa dan mukimin memiliki peran yang sangat krusial, mengingat banyak dari mereka memiliki kemampuan bahasa Arab yang mumpuni, sehingga dapat membantu kelancaran komunikasi di lapangan.

Pada kesempatan itu, Yusron juga memberikan tiga poin utama kepada para tenaga pendukung.

Pertama, bertanggung jawab dalam melayani tamu Allah dengan penuh keikhlasan.

Kedua, selalu siap bekerja keras menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Ketiga, menjalin kerja sama tim yang kuat di antara seluruh petugas.

"Saya tidak percaya dengan istilah superman, yang ada adalah super tim. Kekompakan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” jelas Yusron.

Pelayanan jemaah sebagai ladang ibadah

Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi sekaligus Direktur Pelayanan Haji Asing, Budi Agung Nugroho, menekankan kalau tugas yang diemban para petugas gak sekadar tanggung jawab pekerjaan, melainkan juga bagian dari pelaksanaan ibadah.

"Segala bentuk pelayanan yang memudahkan jemaah dalam beribadah akan bernilai ibadah. Bahkan hal sederhana seperti mengantar makanan, menunjukkan arah, atau membantu jemaah ke klinik tetap bernilai pahala,” ucap Budi.

Kepatuhan terhadap regulasi dan dokumen resmi

Selain itu, Budi menambahkan kalau Kemenhaj menginstruksikan para petugas untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh PPIH maupun pemerintah Arab Saudi.

Hal ini mencakup kewajiban memiliki dokumen resmi, seperti tasreh (izin), visa haji, dan aplikasi Nusuk.

"Hari ini kita datang ke Makkah wajib memiliki tasreh, wajib memiliki visa haji, wajib memiliki nusuk. Maka patuhi itu Itu adalah bagian dari kita mentaati ulil amri," papar Budi. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

​Bantu jemaah haji sekarang nggak cuma butuh tenaga, tapi juga harus properly trained dan legal! Lewat Bimtek ini, para mahasiswa dan mukimin disiapin buat jadi "super tim" yang nggak cuma jago bahasa Arab, tapi juga sigap navigasi di lapangan. Poin utamanya adalah kerja ikhlas dan taat aturan—mulai dari punya visa haji sampai akses aplikasi Nusuk—biar proses nemenin "tamu Allah" jadi makin smooth dan penuh berkah. Circle positif yang bikin ibadah orang lain jadi jauh lebih gampang!

Kementerian Haji dan Umrah KJRI Jeddah Kemenhaj PPIH Arab Saudi 1447 H.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB