Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Digantikan Jumhur Hidayat, Berikut Profil dan Rekam Jejaknya
astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH), menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026), sebagai bagian dari perombakan kabinet.
Prosesi berlangsung dengan rangkaian acara kenegaraan, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Keputusan Presiden, hingga pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden.
Resmi dilantik Presiden
Dalam pelantikan tersebut, Presiden memandu sumpah jabatan para pejabat yang dilantik.
"Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Prabowo.
Seiring pelantikan ini, Hanif Faisol Nurofiq mendapat penugasan baru sebagai Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan.
Pernyataan perdana jumhur
Usai dilantik, Jumhur menyampaikan pernyataan awal terkait amanah barunya.
"Alhamdulilah saya barusan dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup," ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah pekerjaan rumah di sektor lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan komitmen internasional.
"Pasti banyak hal yang harus dilakukan, misalnya sampah secara bertahap nanti akan mengikuti global standart, berbagai perjanjian internasional yang kita akan kerjakan," kata Jumhur.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam implementasi kebijakan.
"Dan mudah-mudahan dengan dukungan bapak Presiden punya komitmen yang begitu kuat dalam lingkungan hidup ini, maka saya yakin dan aparat dikementerian di lingkungan hidup akan bisa melaksanakan dengan baik," lanjutnya.
Profil dan rekam jejak
Mengutip berbagai laporan media nasional, Jumhur Hidayat dikenal sebagai aktivis pergerakan dan tokoh buruh yang telah lama berkecimpung dalam isu ketenagakerjaan di Indonesia. Ia lahir di Bandung pada 18 Februari 1968.
Namanya mulai dikenal sejak aktif sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), ketika terlibat dalam berbagai aksi yang mengkritisi kebijakan pemerintah pada masa Orde Baru serta menyuarakan kepentingan masyarakat kecil. Aktivitas tersebut sempat membuatnya menjalani masa penahanan sebagai tahanan politik pada periode 1989 hingga 1992.
Setelah memasuki era reformasi, ia melanjutkan kiprahnya di bidang politik dan gerakan buruh. Ia terlibat dalam berbagai organisasi serta inisiatif politik, dan dikenal konsisten mengangkat isu perlindungan tenaga kerja.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada periode 2007–2014, serta saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).
Arah kebijakan ke depan
Penunjukan Jumhur dinilai menghadirkan perspektif berbeda dalam kepemimpinan sektor lingkungan hidup. Latar belakangnya di bidang sosial dan ketenagakerjaan berpotensi memperluas pendekatan kebijakan, tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.
Sejumlah isu strategis pun menanti, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan iklim, hingga implementasi berbagai komitmen internasional yang melibatkan Indonesia.{Shnty/aRsp)











