Mendagri Tito Tinjau KPP Papua Barat Daya, Dorong Percepatan Pemanfaatan Fasilitas DOB

Pewarta: A. Cuwantoro
Editor: Anri Syaiful
Senin, 27 April 2026 | 21:50 WIB
Mendagri Tito Tinjau KPP Papua Barat Daya, Dorong Percepatan Pemanfaatan Fasilitas DOB
Mendagri Tito meninjau langsung Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) daerah otonom baru (DOB) Provinsi Papua Barat Daya, Senin (27/04/2026). (Puspen Kemendagri).

astakom.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memulai kunjungan kerjanya di Papua Barat Daya dengan meninjau langsung Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) daerah otonom baru (DOB), Senin (27/04/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana serta mendukung percepatan operasional pemerintahan di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri didampingi Gubernur Elisa Kambu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP). Ia juga menerima paparan langsung dari Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Papua Barat, Corneles Sagrim, terkait perkembangan pembangunan KPP.

Fasilitas rampung 100 persen

Sagrim menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas utama telah rampung sepenuhnya. Gedung Kantor Gubernur, Kantor DPR Papua Barat Daya, hingga Majelis Rakyat Papua Barat Daya masing-masing telah mencapai progres 100 persen. Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan kawasan tersebut dimulai sejak September 2024, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin.

"Pekerjaan kick-off pekerjaan pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan DOB Papua Barat Daya sudah dimulai pada bulan September 2024 ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Wakil Presiden ke-13 Bapak Ma'ruf Amin," ujar Sagrim, dalam keterangan tertulis, Senin (27/04/2026).

Cepat dan signifikan

Menanggapi laporan tersebut, Mendagri mengapresiasi capaian pembangunan yang dinilai cepat dan signifikan. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan gedung yang telah selesai agar tidak terbengkalai dan tetap terjaga kondisinya.

"Kalau seandainya terlalu lama menunggu yang lain juga dipakai, maka takutnya nanti rusak. Tapi kalau [gedung telah dapat] dipakai, di situ ada orang, itu paling tidak bersih-bersih, paling tidak begitu," tandasnya.

Selain meninjau KPP, Mendagri dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja dengan memantau program perumahan rakyat di Papua Barat Daya bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. (ACwan/aNs/aRsp)

Gen Z Takeaway

Intinya, pembangunan pusat pemerintahan di Papua Barat Daya ini udah bukan sekadar wacana, progress-nya real dan siap dipakai. Pesannya jelas: kalau fasilitas udah jadi, jangan nunggu lama buat dipakai biar nggak mubazir dan malah rusak. Ini juga nunjukin kalau percepatan pembangunan di daerah baru tuh lagi digenjot serius, biar pelayanan ke masyarakat makin ngebut dan nggak kalah sama daerah lain.

Mendagri Papua Barat Daya Daerah Otonomi Baru

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB