BBM atau BBN? Bobibos Akan Diuji Ketat ESDM, Siap Diklasifikasi Menuju Renewable Energi!
astakom.com, Jakarta - Akselerasi atau percepatan menuju energi baru terbarukan (renewable energy) terus di push Kementerian ESDM. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia terus melakukan kajian dan optimalisasi pada berbagai potensi energi alternatif yang ada.
Salah satu inovasi renewable energy yang udah dikaji pemerintah, yaitu Bobibos. Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ngepush PT Inti Sinergi Formula selaku produsen Bobibos buat ngikutin prosedur pengujian bahan bakar.
Pengujian itu bakal full di-handle sama Lemigas. Fyi, Lemigas adalah lembaga pemerintah di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang fokus di riset, pengujian, dan pengembangan di sektor minyak dan gas bumi.
Noor Arifin Muhammad selaku Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM bilang kalau pemerintah ngundang lagi perwakilan dari PT Inti Sinergi Formula buat lanjutin pembahasan kelayakan produk bahan bakar yang dihasilin buat konsumen.
Panggil PT Inti Sinergi Formula
Pembahasan dan diskusi antara pemerintah dan perwakilan dari PT Inti Sinergi Formula dilakukan kemarin (24/04/2026). Noor Arifin bilang pertemuan itu jadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di 14 April silam.
"Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengujian laboratorium serta memastikan standardisasi dan klasifikasi produk sebelum dipasarkan atau digunakan secara luas," kata Noor Arifin dalam keterangan resminya pada Sabtu (25/04/2026).
Kategori BBM atau BBN
Selanjutnya, supaya transisi energi bisa segera direalisasikan dan diimplementasikan, Noor minta pihak Bobibos buat gercep melakukan pengujian yang diperluin buat nentuin kategorisasi produk ini.
Jadi nanti bisa dilihat apakah Bobibos ini masuk ke kategori BBN (Bahan Bakar Nabati) atau BBM (Bahan Bakar Minyak).
Lemigas bakal ngelakuin tahap awal pengujian, yaitu pengambilan sampel sesuai standar internasional ASTM D4057 pada tangki penyimpanan (storage tank).
"Secara detail, teknis pengujian akan sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," kata Noor.
Bobibos bersedia dilakukan pengujian oleh Lemigas
Diketahui Dirjen Migas Kementerian ESDM sebelumnya, tepatnya pada 14 April 2026 menyambut baik inovasi Bobibos, apalagi seperti yang kita tahu situasi global sekarang penuh dengan ketidakpastian termasuk soal energi.
Di waktu dan kesempatan yang sama, PT Inti Sinergi Formula bilang kesediaan dan komitmennya buat berkoordinasi sama Lemigas perihal kebutuhan yang diperluin buat mensukseskan semua prosedur atau rangkaian proses pengujian sesuai ketentuan yang berlaku.
Spill sedikit buat para pembaca astakom.com, sebelumnya pihak Bobibos sebelumnya udah melakukan identifikasi internal tapi ternyata pada waktu itu spesifikasi produk Bobibos belum memenuhi beberapa indikator standar bahan bakar minyak maupun bahan bakar nabati yang berlaku. (Shnty/aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi nge-push inovasi energi baru Bobibos, tapi masih harus lolos uji ketat di Lemigas sebelum bisa dipakai luas. Produk ini lagi dicek buat nentuin masuk kategori BBN atau BBM, karena sebelumnya belum memenuhi standar. Intinya: promising, tapi belum ready—harus prove dulu secara scientific biar legit di market.










