Deretan Momen Terbaik MotoGP di Sirkuit Jerez Spanyol
astakom.com, Jakarta – Seri keempat MotoGP 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol. Rangkaian akhir pekan balap akan diawali dengan sesi latihan bebas pada Jumat (24/4), sebelum puncaknya digelar dalam balapan utama pada Minggu (26/4).
Ajang Grand Prix Spanyol di Jerez selalu menghadirkan emosi mendalam bagi para penggemar MotoGP. Sirkuit ini menjadi saksi berbagai duel sengit, luapan kegembiraan, hingga kekecewaan yang menyayat hati. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada edisi 2024 dan 2025, balapan di Jerez tampil sebagai salah satu yang paling dramatis dan menghibur.
Disarikan dari laman resmi MotoGP, berikut catatan momen terbaik MotoGP di Sirkuit Jerez, Spanyol.
1996: Duel Doohan vs Criville pada tikungan akhir
Grand Prix Spanyol 1996 menjadi salah satu balapan paling ikonik, mempertemukan Mick Doohan dan Alex Criville dalam duel sengit. Criville yang didukung publik tuan rumah sempat memimpin hingga lap terakhir, bahkan saat penonton mulai memadati lintasan di sektor stadion. Keduanya tetap melaju tanpa insiden sebelum memasuki tikungan penentu.
Di tikungan terakhir, Doohan melakukan manuver agresif dan sukses mengambil alih posisi terdepan. Namun saat mencoba membalas, Criville justru terjatuh akibat highsider hanya beberapa ratus meter jelang finis. Doohan pun keluar sebagai pemenang dan memulai rentetan 11 podium beruntun, sementara kemenangan perdana Criville musim itu harus tertunda hingga Brno.
2005: Duel klasik yang sarat drama
Balapan pembuka MotoGP 2005 di Jerez menjadi salah satu duel paling legendaris, mempertemukan Valentino Rossi dan Sete Gibernau dalam rivalitas panas tanpa kompromi. Memasuki lap terakhir, Rossi masih memimpin, namun kesalahan di Tikungan 6 dimanfaatkan Gibernau untuk mengambil alih posisi. Pertarungan terus berlanjut hingga Tikungan 9, 10, dan 11, sebelum akhirnya harus ditentukan di tikungan terakhir.
Di momen penentuan, Rossi melihat celah sempit dan langsung menyerang, memicu kontak yang membuat Gibernau terlempar ke gravel. Rossi melaju hingga finis dengan selebrasi wheelie, sementara ketegangan berlanjut di Parc Ferme dan podium dengan suasana penuh emosi. Duel ini pun dikenang sebagai salah satu GP Spanyol terbaik, sarat drama dan rivalitas kelas dunia.
2011: Drama hujan di Jerez pertarungan ambisi vs bakat
MotoGP 2011 langsung memanas dengan Casey Stoner tampil kuat, sementara Valentino Rossi masih beradaptasi di Ducati. Dalam kondisi hujan di Jerez, Rossi justru tampil kompetitif dan mencoba menyalip Stoner di Tikungan 1 pada lap kedelapan, namun kehilangan kendali dan terjatuh hingga menyeret rivalnya keluar lomba.
Rossi melanjutkan balapan, sedangkan Stoner tersingkir dan melontarkan komentar tajam, “Maybe your ambition outweighed your talent.” Di sisi lain, Marco Simoncelli yang sempat memimpin juga terjatuh, sementara Colin Edwards gagal finis dan membuka jalan bagi Nicky Hayden naik podium.
2013: Duel Marquez vs Lorenzo di tikungan 13
Musim 2013 menandai kemunculan impresif Marc Marquez di MotoGP. Meski kemenangan di Jerez diraih Dani Pedrosa, sorotan justru tertuju pada duel perebutan posisi kedua antara Marquez dan Jorge Lorenzo di lap-lap akhir.
Di Tikungan 13, Marquez memanfaatkan celah sempit untuk menyusup dan bersenggolan dengan Lorenzo. Manuver agresif itu membuat Marquez merebut posisi kedua, sementara Lorenzo harus turun posisi. Usai balapan, Lorenzo menunjukkan kekecewaannya dengan gestur protes di Parc Ferme, menjadikan insiden ini salah satu momen paling diingat di Jerez.
2021: Ducati kir Finis 1-2
MotoGP 2021 di Jerez menjadi hari istimewa bagi Jack Miller yang tampil agresif sejak awal dan memimpin lomba. Ia terlibat duel sengit dengan Fabio Quartararo, sementara balapan juga diwarnai insiden awal setelah Alex Rins terjatuh.
Memasuki 10 lap terakhir, Miller dan Quartararo saling bertukar posisi hingga akhirnya Miller kembali merebut pimpinan. Performa Quartararo kemudian menurun, memberi peluang bagi Francesco Bagnaia dan Franco Morbidelli naik podium. Miller pun menang dan membawa Ducati finis satu-dua untuk pertama kalinya sejak 2018.
2022: Pernyataan kuat Bagnaia di Jerez
Setelah finis runner-up musim sebelumnya, Francesco Bagnaia tampil solid di Jerez 2022. Start dari pole, ia langsung memimpin dan mendapat tekanan ketat dari Fabio Quartararo dalam balapan yang berlangsung intens dan diwarnai sejumlah kecelakaan, termasuk melibatkan Jorge Martin, Stefan Bradl, dan Johann Zarco.
Di belakang, duel perebutan podium berlangsung sengit antara Jack Miller, Marc Marquez, dan Aleix Espargaro. Bagnaia akhirnya mengunci kemenangan dengan selisih tipis 0,285 detik atas Quartararo, disusul Espargaro di posisi ketiga, Marquez keempat, dan Miller kelima, sekaligus menjadi penegasan kekuatannya dalam perebutan gelar.(ACwan/aRsp)
Gen Z Takeaway
Jerez tuh emang paket lengkap, drama, rivalitas, sampai momen “gila” yang bikin merinding tiap tahun. Dari duel brutal sampai crash yang nggak disangka, semuanya kejadian di sini. Intinya: di MotoGP, bukan cuma soal siapa paling cepat, tapi siapa paling berani ambil risiko di momen krusial. Salah dikit bisa zonk, tapi kalau tepat? Bisa jadi sejarah. Makanya Jerez selalu jadi sirkuit yang vibes-nya beda, liar, emosional, dan nggak pernah ngebosenin.













