Antisipasi Kartu Nusuk Hilang, Ketua PPIH Minta Petugas Kloter Aktif Komunikasi Berjenjang

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Kamis, 23 April 2026 | 16:44 WIB
Antisipasi Kartu Nusuk Hilang, Ketua PPIH Minta Petugas Kloter Aktif Komunikasi Berjenjang
Antisipasi Kartu Nusuk Hilang, Ketua PPIH Minta Petugas Kloter Aktifkan Komunikasi Berjenjang (Astakom / Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Memasuki agenda penerimaan jamaah haji kloter 3 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan perhatian serius terhadap keamanan dokumen digital jamaah, khususnya Kartu Nusuk.

Mengingat pentingnya kartu tersebut sebagai akses utama layanan di Arab Saudi, jamaah diminta segera melapor jika terjadi kendala kehilangan.

Respons cepat kehilangan

​Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Bapak H. Sugito, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji & Umrah Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya komunikasi berjenjang antara jamaah dan petugas kloter untuk memitigasi risiko kehilangan dokumen di tanah suci.

Menurutnya, koordinasi yang cepat menjadi kunci penanganan masalah di lapangan.

"Ya itu nanti harus segera menghubungi pihak PPIH maupun pihak Syarikah. Nah, di sinilah peran petugas kloter yang harus aktif komunikasi dengan seluruh jamaah yang ada di dalam" Ucap Sugito kepada wartawan astakom saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur pada Rabu, (22/4/2026).

Kekuatan grouping kloter

Sugito menambahkan kalau sistem pengelompokan (grouping) jamaah yang sudah terbentuk akan sangat membantu mempercepat proses pelaporan.

Ia mencontohkan kejadian sebelumnya di mana kartu yang terjatuh dapat segera ditangani karena komunikasi yang solid di dalam grup.

"Terutama ketua kloter, manajemen kloter kan ada ketua kloter itu. Nanti info apa pun terkait dengan masalah jamaah itu segera disampaikan supaya segera ada solusi. Kayak kemarin itu ada kartu Nusuk yang jatuh, itu kalau sudah punya grouping kan mereka cepat penanganan" paparnya kepada wartawan astakom.

Skema aktivasi di tanah suci

Terkait penggunaan kartu, Sugito mengungkapkan adanya perubahan kebijakan teknis. Jika sebelumnya aktivasi direncanakan dilakukan di tanah air, kini proses tersebut akan dilaksanakan setibanya jamaah di Arab Saudi.

"Ya, itu nanti kartu Nusuk itu semula rencana akan diaktifkan di sini. Dibaginya di sini langsung diaktifkan, tapi terakhir kemarin dirubah, itu diaktifkan di Saudi." tegasnya.

"Jadi nanti ada petugas kita juga yang sudah di-bimtek untuk melakukan pengaktifan. Kalau jamaahnya kan nanti juga pasti dari pihak Syarikah ya. Kebetulan Syarikah kita ini Syarikah Al-Bait, kemarin juga seharian sampai tadi malam masih di sini Syarikah Al-Bait ini."jelasnya.

Akses Pentingnya Jamaah

PPIH juga terus berkoordinasi dengan pihak Syarikah Al-Bait guna memastikan seluruh jamaah, termasuk lansia, mendapatkan pendampingan maksimal.

Kartu Nusuk sendiri bersifat wajib bagi seluruh jamaah karena memuat informasi penting mulai dari data identitas hingga lokasi penginapan selama di mekkah dan madinah.

"Semua. Kalau kartu Nusuk berlaku untuk semua. Karena di situ kan berisi seluruh layanan, hotelnya di mana, di daerah mana, itu ada semua di kartu Nusuk." tutupnya.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Basically, Kartu Nusuk itu adalah "paspor digital" wajib yang isinya info hotel sampai identitas lo selama di Arab Saudi, jadi jangan sampai hilang! Kalaupun apes kartu lo hilang atau jatuh, kuncinya jangan panik dan langsung spill ke Ketua Kloter lewat grup koordinasi supaya cepat di-fix bareng pihak Syarikah. Oh iya, aktivasi kartunya sekarang nggak dilakukan di Indonesia ya, tapi nanti pas lo sudah landing di Saudi dengan bantuan petugas yang sudah di-bimtek. Keep it safe and stay connected!

PPIH Kementerian Haji dan Umrah Jemaah Haji Indonesia Kloter 3 Jemaah Haji

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB