Para Pihak Merespons Kritis Statement Kontroversi JK
astakom.com, Jakarta — Beragam pernyataan Jusuf Kalla atau JK dalam beberapa bulan terakhir menuai tanggapan, baik pro maupun kontra. Bagaimana tidak? Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu acapkali mengeluarkan pernyataan memicu perhatian publik, terutama terkait politik, ekonomi, dan dinamika nasional.
Berikut sejumlah pernyataan JK yang direspons para pihak seperti dihimpun astakom hingga Rabu (22/04/2026).
1. Kebijakan WFH terhadap ASN, Tidak mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik
JK menyoroti kebijakan work from home (WFH) sekali seminggu pada hari Jumat yang diterapkan pemerintah bagi aparatur sipil negara (ASN). Menurut JK, kebijakan WFH tidak punya korelasi langsung dengan penghematan energi, terutama listik.
"WFH itu ingin menghemat energi, tapi ada dua hal di sini. Di kantor itu energi yang dipakai adalah lampu dan AC, itu berasal dari listrik. Sementara listrik kita di Jakarta ini sebagian besar dari PLTU yang bahan bakarnya batu bara," ujar JK kepada wartawan di Jakarta, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat atu Menko Kesra itu mengakui bahwa WFH dapat memberikan efek penghematan BBM dari sisi mobilitas pegawai. Namun, JK menilai dampaknya terbatas dan berpotensi menurunkan produktivitas kerja serta layanan publik.
Statement JK direspons Nico Harjanto selaku Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Nico bilang kalau WFH merupakan langkah taktis pemerintah untuk menekan konsumsi BBM harian. Nico pun menegaskan Pemerintah terus memastikan bahwa WFH yang diterapkan tidak mengganggu produktivitas.
“WFH ini murni langkah taktis jangka pendek, sebuah quick relief untuk menekan konsumsi BBM harian, tanpa sedikit pun mengorbankan produktivitas dan pelayanan publik,” ujar Nico melalui keterangan tertulis pada Kamis (02/04/2026).
2. JK desak pemerintah naikin BBM, Purbaya: BBM Subsidi aman, tidak ada kenaikan!
Jusuf Kalla mendesak pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar mintak (BBM). Alasannya, subsidi energi khususnya BBM bakal membuat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) semakin membengkak dan menumpuk utang.
"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Jakarta, Minggu (05/04/2026).
Di lain pihak, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin bahwa harga BBM tak akan naik sampai akhir 2026. Menurutnya, hingga Maret 2026, APBN telah mengalami defisit hingga Rp240,1 Triliun. Terutama menyusul tekanan ekonomi imbas perang Iran-AS Israel yang berdampak pada APBN 2026.
"Jadi yang bersubsidi, sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat tahu, tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” Purbaya menegaskan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (06/04/2026).
3. Kerendahan hati Jokowi merespon JK
JK menegaskan peran dirinya dalam perjalanan karier politik Joko Widodo atau Jokowi. Ia mengklaim dirinya berperan kunci membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga menjadi Presiden ke-7 RI.
Pernyataan JK ini muncul sebagai respons atas dinamika politik saat ini. Namun, pernyataan tersebut justru memicu tanggapan dari pihak lainnya. Pun demikian Jokowi merespons santai pernyataan JK tersebut.
"Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," ucap Jokowi saat ditemui wartawan di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/04/2026). (aNs/aRsp)
Gen Z Takeaway
Beragam statement kritis Jusuf Kalla alias JK dua bulan belakangan ini bener-bener bikin netizen gaduh, ada yang nge-pro tapi banyak juga yang kontra.
Gimana nggak? Mantan Wapres ke-10 dan ke-12 RI ini hobi banget nge-spill opini yang bikin publik auto-menoleh. Pokoknya kalau udah bahas politik sama dinamika nasional, omongan beliau emang nggak pernah gagal bikin huru-hara dan jadi trending topic. Real sepuh emang beda!











