Indonesia Jadi Pemain Kunci di Peta Mineral Kritis G7!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Senin, 20 April 2026 | 19:48 WIB
Indonesia Jadi Pemain Kunci di Peta Mineral Kritis G7!
Indonesia Jadi Pemain Kunci di Peta Mineral Kritis G7! (Ilustrasi Anggota Negara G7 Gemini)

astakom.com, Jakarta – Pejabat menteri keuangan yang berasal dari negara-negara G7 bersepakat untuk memperkuat kolaborasi dengan negara-negara yang kaya akan sumber daya alam.

G7 & Indonesia Join Forces: Bye-bye Ketergantungan?

Salah satunya Indonesia bersama dengan bank pembangunan multilateral untuk mengurangi ketergantungan pada mineral kritis dari China Tiongkok.

Persetujuan tersebut terjalin pada perjumpaan di Washington yang melibatkan negara mitra dan produsen mineral, antara lain Indonesia, India, Australia, dan Argentina.

Bukan Sekadar Kerja Sama, tapi Proyek Cuan Bareng

"Kami secara khusus membahas bagaimana memperkuat rantai pasokan mineral penting," ucap Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dikutip oleh astakom pada Senin, (20/4/2026).

"Ini adalah situasi yang menguntungkan semua pihak. Kita dapat mengamankan pemasok yang stabil di berbagai negara." sambungnya.

Ia memaparkan tambahan terkait kolaborasi tersebut berpeluang mengembangkan peluang bisnis dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi untuk negara negara penghasil sumber daya.

"Bagi mereka, ini memberikan peluang untuk bisnis baru dan pertumbuhan," ujarnya, mengacu pada negara-negara yang diberkahi dengan sumber daya alam yang berharga.

"Mengingat potensi kolaborasi, saya percaya ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk masa depan."sambungnya.

Perjumpaan yang dikomandoi serentak berbarengan bersama Prancis dan Jepang tersebut turut disaksikan pimpinan Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Strategi Diversifikasi: Amankan Pasokan, Tekan Risiko

Seorang pejabat dari Jepang mengungkapkan kalau gagasan ini mengarah untuk mendiversifikasi rantai pasok global dan mengurangi keterikatan yang ekstrem terhadap China.

Selain itu, pendekatan yang disarankan Prancis dipandang lebih rasional dan berpusat untuk kerja sama berbasis proyek bisnis yang menguntungkan pemangku kepentingan terlibat, dibandingkan ide dari Amerika Serikat terkait pembuatan “zona perdagangan preferensial.”

Tawaran AS, yang diberitahukan pada awal tahun ini, direncanakan buat mengamankan partner Washington dari pertumbuhan di pasar global dengan memutuskan harga rujukan di dalam zona perdagangan lewat tarif yang dapat fleksibel.

Kini, Tiongkok mendominasi sekitar 70 persen produksi logam tanah jarang dunia, dengan kurang lebih 90 persen proses pemurnian dilaksanakan di negara tersebut. Mineral ini menjadi elemen penting pada sektor teknologi tinggi.

Mineral Kritis Jadi 'Tameng' dari Tekanan Global

Katayama beranggapan kalau ketidakmandirian terhadap China bisa menyebabkan risiko strategis, salah satunya peluang penggunaan pasokan sebagai alat tekanan.

"Bagaimanapun juga, karena persenjataan yang dikembangkan China merupakan ancaman bagi semua orang, kita perlu melakukan sesuatu untuk mengatasinya," ujarnya.

Gen Z Takeaway

​Singkatnya, Indonesia lagi punya Main Character Energy di panggung global karena punya harta karun mineral yang bikin negara-negara G7 rela "ngantre" buat kolaborasi. Langkah ini diambil biar dunia nggak terus-terusan kena gatekeeping pasokan teknologi dari satu negara aja, sekaligus jadi peluang besar buat kita buat naik level dari sekadar penyedia bahan mentah jadi pemain kunci industri teknologi masa depan. It's a big flex for our economy!

G7 China mineral kritis Indonesia

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB