Asean Update: Kebakaran di Malaysia Lenyapkan 1.000 Rumah

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Senin, 20 April 2026 | 16:01 WIB
Asean Update: Kebakaran di Malaysia Lenyapkan 1.000 Rumah
Asean Update: Kebakaran di Malaysia Lenyapkan 1.000 Rumah (Freepik Ilustrasi Rumah Terbakar)

astakom.com, Jakarta Kebakaran hebat terjadi di desa terapung Sandakan, Malaysia tepatnya pada malam Minggu (19/4/2026), yang memusnahkan kurang lebih 1.000 rumah dan menyebabkan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal.

Melansir dari kantor berita Bernama yang dikutip dari TRT World pada Senin, (20/4/2026) Otoritas Malaysia telah mengadakan operasi penyelamatan dan bantuan ke daerah yang terdampak di Kampung Bahagia.

Sekitar 1.000 dari kurang lebih 1.200 rumah musnah dalam api di Kampung Bahagia, sebuah desa yang mengapung di kota pesisir Sandakan.

"kebakaran tersebut melibatkan sekitar 1.000 rumah apung sementara dengan total luas 10 hektar dan 100 persen hangus terbakar," ucap departemen tersebut pada sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia pada Senin, (20/4/2026).

Sekitar dari 9.000 individu mengalami kehilangan tempat tinggal t yang disebabkan oleh kebakaran itu.

Tantangan di Lapangan: Air Surut & Angin Kencang Hambat Petugas

Berdasarkan pendapat Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sandakan, Jimmy Lagung, mengungkapkan kalau kebakaran menimpa area seluas lebih dari 4 hektare.

Ia menyatakan kalau kondisi air laut yang surut sempat menghalangi upaya tim pemadaman kebakaran yang diakibatkan terbatasnya akses perairan terbuka.

"Air laut yang surut juga menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk mengakses sumber air terbuka," ucap pernyataan departemen tersebut.

"sementara angin kencang juga memperparah kobaran api" sambungnya.

Fast Response! Pemerintah Malaysia Siapkan Bantuan Darurat

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan terkejut pada saat mengetahui kejadian tersebut, dan menyatakan kapau pemerintah federal dan juga pemerintah negara bagian Sabah sedang koordinasi terkait bantuan dasar beserta fasilitas tempat tinggal sementara untuk para korban.

"Prioritas utama sekarang adalah keselamatan para korban dan bantuan segera di lapangan," ucap Anwar pada sebuah postingan di Facebook.

Jimmy Lagung mengungkapkan kalau puluhan petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi usai mendapat panggilan terkait kebakaran pada pukul 01.32 pagi waktu setempat.

Kawasan tersebut ditetapkan menjadi daerah bencana di jam 04.00 pagi.

Total Loss: Ribuan Warga Kini Kehilangan Tempat Tinggal

Tindakan pemadaman kebakaran selesai sekitar tengah hari Minggu lalu dan tanpa adanya informasi korban jiwa.

Di sisi lain, Ketua Komite Manajemen Bencana Distrik Sandakan, Walter Kenson, mengungkapkan kalau pemeriksaan di desa itu menemukan rumah-rumah warga yang terkena bencana udah gak aman alias gak layak dihuni.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

Bencana ini bener-bener heartbreaking karena dalam semalam aja, sekitar 9.000 orang harus kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang melahap hampir seluruh desa terapung ini. Kondisi alam kayak air laut yang surut makin mempersulit keadaan, tapi untungnya fast response dari pemerintah setempat langsung fokus ke bantuan darurat dan tempat tinggal sementara. Big respect buat tim Damkar yang berjuang di lapangan, dan semoga para korban segera dapet penanganan yang layak karena area tersebut udah dinyatakan not safe untuk dihuni lagi.

Kebakaran Malaysia Asean update Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB