PM Hungaria Peter Magyar Tuntut Reformasi Media Pemerintah

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 16 April 2026 | 20:03 WIB
PM Hungaria Peter Magyar Tuntut Reformasi Media Pemerintah
Peter Magyar Tuntut Presiden Hungaria Mundur dan Reformasi Media (Ilustrasi Gemini)

astakom.com, Jakarta – Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, sudah mengumumkan niat untuk mereformasi media pemerintah dan meminta presiden dari negara tersebut untuk mundur, seiring usahanya dalam membangun pemerintahan baru usai keberhasilan pemilihan umum yang bersejarah bagi partainya.

Melansir dari Al Jazeera pada Kamis, (16/4/2026) Partai Tisza (Hormat dan Kebebasan) di Hongaria mencatat kemenangan besar dalam pemilihan hari Minggu,dalam mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri sayap kanan Viktor Orban yang telah berlangsung selama 16 tahun.

Magyar mengungkapkan dalam wawancara dengan media pemerintah pada hari Rabu kemarin kalau salah satu langkah pertamanya pada pemerintahan adalah menghentikan siaran berita media publik.

Untuk pertama kalinya dalam satu setengah tahun, ia muncul di televisi pemerintah dan berselisih dengan para pembawa acara yang diduga melakukan pemberitaan yang berpihak selama bertahun-tahun, serta mendeskripsikan wawancara di X sebagai melihat "hari-hari terakhir dari mesin propaganda".

Magyar siap rombak total media pemerintah

Melalui sebuah postingan di Facebook, Magyar menyatakan kalau pegawai lembaga penyiaran publik MTVA telah "bekerja di bawah intimidasi total dan teror politik" serta menduga kalau situasi ini muncul tak lama setelah wawancaranya.

"Setiap warga Hongaria berhak mendapatkan media layanan publik yang menyiarkan kebenaran,” ucap Magyar pada radio pemerintah Kossuth.

“Kita akan membutuhkan sedikit waktu untuk mengesahkan undang-undang media yang baru, otoritas media yang baru, dan menciptakan kondisi profesional agar media pemerintah benar-benar dapat menjalankan fungsinya.” sambungnya.

Rezim pimpinan Pemerintah Viktor Orbán dinilai telah menekan kebebasan pers hingga ke titik nadir, di mana sebuah konsorsium bentukan loyalis pemerintah kini mendominasi lebih dari 400 saluran media di Hongaria.

Desak Presiden Tamas Sulyok mundur

Sementara itu, Peter Magyar secara terbuka mendesak Presiden Tamás Sulyok untuk mundur setelah bertemu di Istana Alexander.

Lewat media sosial, Magyar menyebut Sulyok "tidak layak untuk mewujudkan persatuan bangsa Hongaria" dan menuntut suksesi kepemimpinan segera setelah kabinet baru terbentuk.

Pemulihan 16 Miliar Euro

Selain tekanan politik, Péter Magyar kini dihadapkan pada persoalan ekonomi yang krusial.

Hongaria terancam kehilangan dana pemulihan pandemi Uni Eropa sebesar 16 miliar euro (sekitar 19 miliar dolar AS) yang hingga kini masih dibekukan akibat isu supremasi hukum.

Brussel menetapkan tenggat waktu hingga akhir Agustus bagi Budapest untuk memenuhi standar hukum yang diminta atau berisiko kehilangan bantuan finansial tersebut secara permanen.

Perdana Menteri Hungaria yang baru aja ditetapkan mengungkapkan kalau sudah mengkomunikasikan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula van der Leyen dan setuju buat start diskusi informal sebelum pemerintah secara resmi di susun pada bulan Mei.

"Saya juga sudah menjelaskannya dengan jelas kepadanya, dan kami sudah menegaskan sebelumnya, bahwa kami hanya dapat mematuhi syarat-syarat yang baik bagi rakyat Hungaria, baik bagi bisnis-bisnis Hungaria, dan secara umum, bagi negara kita.” ucapnya.

Empat Pilar Reformasi

Terdapat empat pilar reformasi yang menjadi prioritas utama: penguatan langkah anti-korupsi melalui integrasi dengan Kantor Kejaksaan Umum Eropa, pemulihan independensi lembaga peradilan, serta menghidupkan kembali kebebasan di sektor media dan akademik.

Namun, para analis menilai upaya ini bakalan menghadapi jalan terjal. Hal ini dikarenakan posisi strategis di berbagai lembaga publik utama masih didominasi oleh para loyalis Orbán yang telah mengakar kuat.(nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

​POV: When the 'Main Character' finally takes down a 16-year regime and starts a major glow-up for the whole country.  Peter Magyar beneran lagi mode slay karena nggak cuma menang pemilu, tapi langsung berani spill kebobrokan media pemerintah dan minta Presidennya mundur. Ini jadi pengingat kalau di politik, nggak ada kekuasaan yang abadi kalau rakyat sudah pengen perubahan. It’s giving major 'out with the old, in with the truth' energy! Semoga aja reformasi ini nggak cuma sekadar ganti pemain, tapi beneran bikin Hungaria makin demokratis.

Hongaria Peter Magyar Presiden Hungaria Mundur BeritaInternasional

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB