Gaspol ISPO! Kemenperin Dorong Sawit RI Naik Level & Tembus Pasar Global
astakom.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat komitmennya untuk mendorong industrialisasi kelapa sawit yang berkelanjutan dan bisa bersaing di kancah internasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kalau implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) atau sertifikasi kelapa sawit yang berkelanjutan pada sektor hilir regulasinya terus diperkuat.
Penguatan dan percepatan implementasi ISPO di sektor hilir menjadi kunci untuk Indonesia mendominasi pasar minyak sawit dunia.
Pemerintah memperkuat regulasinya lewat Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO), serta Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 38 Tahun 2025.
Sertifikasi ISPO hilir kelapa sawit
Peraturan itu berlaku mulai 12 Mei 2026 dan wajib diterapin di industri hilir kelapa sawit pada 19 Maret 2027.
Pelaku industri punya waktu kurang dari satu tahun untuk menyiapkan berbagai fasilitas dan sistem pendukung supaya implementasi bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, bilang kalau keberhasilan sertifikasi ISPO bergantung pada kesiapan skema sertifikasi dan akreditasi lembaga terkait, termasuk dukungan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
"Kami siap mendukung penuh penerapan regulasi ini serta percepatan sertifikasi ISPO di sektor hilir kelapa sawit," katanya dikutip pada Selasa (14/04/2026).
Sinergi dari berbagai pihak
Putu berharap kerja sama antara berbagai pihak yang terlibat bisa membuat kebijakan ISPO sektor hilir bisa diimplementasikan sebagaimana mestinya.
"Sinergi ini diharapkan menjadi modal utama untuk memastikan kebijakan ISPO sektor hilir berjalan efektif di lapangan, sekaligus mewujudkan praktik bisnis yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan traceable, serta meningkatkan keberterimaan produk kelapa sawit Indonesia di pasar global," pungkasnya.
Sertifikasi ini menjadi sangat penting mengingat sektor agro termasuk kelapa sawit menjadi tulang punggung transformasi ekonomi Indonesia.
Tulang punggung sektor nonmigas
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan kalau kontribusi sektor ini lebih dari 52 persen terhadap PDB nonmigas sama dengan 9 persen dari keseluruhan PDB nasional.
“Kinerja positif juga ditunjukkan oleh sektor industri agro melalui Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 yang masih berada pada fase ekspansi di level 51,86,” kata Agus dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (14/4/2026).
Agus menjelaska industri kelapa sawit punya peran strategis. Luas lahan kelapa sawit mencapai 16 juta hektare dan produksi crude palm oil (CPO)nya mencapai 51,66 juta ton per 2025.
Dengan kontribusi sebesar itu penguatan tata kelola industri agro terutama kelapa sawit menjadi sangat krusial. Lewat sertifikasi pemerintah memastikan industri sawit Indonesia mampu memenuhi standar global, khususnya terkait keberlanjutan dan transparansi. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi push sertifikasi ISPO biar industri sawit makin sustainable dan globally competitive. Regulasi baru bikin sektor hilir wajib comply mulai 2027, jadi sekarang waktunya prepare. Dengan peran besar di ekonomi, langkah ini penting buat jaga trust dan akses pasar global.









