Pemerintah Gaspoll Peningkatan dan Perbaikan Infrastruktur Pendidikan di 3T & Terdampak Bencana

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Senin, 13 April 2026 | 15:54 WIB
Pemerintah Gaspoll Peningkatan dan Perbaikan Infrastruktur Pendidikan di 3T & Terdampak Bencana
Sekolah 3T & Korban Bencana Jadi Priority: Mendikdasmen Fokus Revitalisasi Sekolah! (Kemendikdasmen)

astakom.com, JakartaKementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus meningkatkan komitmen untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan lewat program revitalisasi satuan pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang memerlukan perhatian khusus.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan kalau program revitalisasi adalah komponen dari kebijakan strategis nasional untuk mendukung pencapaian pendidikan yang berkualitas, aman, dan merata di seluruh Indonesia.

Misi utama: sekolah 3T & area bencana

“Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak,” ucap Mendikdasmen dalam meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, dikutip oleh astakom pada Senin, (13/4/2026).

Budget melimpah: 16 Ribu sekolah siap Glow Up

Pada tahun 2025, program revitalisasi lembaga pendidikan mendapat dukungan anggaran sebesar Rp16,9 triliun dan sudah mencakup lebih dari 16 ribu lembaga pendidikan di seluruh Indonesia.

Program ini meliputi pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan, termasuk ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, fasilitas sanitasi, serta sarana pendukung lainnya.

Di Kabupaten Pati, total ada 90 lembaga pendidikan telah mendapatkan manfaat dari program revitalisasi yang digunakan untuk meningkatkan mutu infrastruktur sekolah.

Usaha ini diharapkan mampu membangun suasana pembelajaran yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa maupun pengajar.

No more kelas bocor saat hujan

SMP Negeri 1 Gembong di Kabupaten Pati, sebagai salah satu penerima manfaat, sudah mengalami dampak besar dari program revitalisasi, yang mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, Unit Kesehatan Siswa (UKS), dan fasilitas sanitasi.

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan kalau sebelum revitalisasi, keadaan sarana dan prasarana sekolahnya mengalami kerusakan parah yang mempengaruhi proses belajar mengajar.

"Sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah kami mengalami kerusakan dari lantai hingga atap. Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu,” ucap Istiana.

Setelah revitalisasi dilakukan, ia menyatakan kalau kondisi tersebut berubah secara drastis dan memberikan rasa aman nyaman buat seluruh siswa dan staf sekolah.

"Setelah revitalisasi, pembelajaran menjadi jauh lebih aman dan nyaman. Siswa merasa lebih senang berada di sekolah, dan suasana belajar menjadi lebih kondusif,” sambungnya.

Istiana juga menyatakan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan program revitalisasi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh sekolah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkualitas,” paparnya.

Ia pun berharap program revitalisasi bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan di berbagai tempat.

"Kami berharap program ini dapat merata di seluruh Indonesia, sehingga seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman tanpa kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah,” tutupnya.

Perencanaan presisi: Berbasisi data biar gak salah sasaran

Pada waktu yang sama, Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memberikan penghargaan atas bantuan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pendidikan di daerahnya.

"Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Bantuan revitalisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati,” ucapnya.

Selain penguatan infrastruktur, Kemendikdasmen juga mendorong penggunaan data yang tepat sebagai landasan perencanaan program, agar pelaksanaan revitalisasi dapat berlangsung lebih efisien dan tepat sasaran.

Lewat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi satuan pendidikan diharapkan dapat berlanjut dan memberikan pengaruh nyata dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan, sambil mendukung terciptanya generasi Indonesia yang unggul, berbudi pekerti, dan berdaya saing. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

​Intinya, pemerintah lagi serius banget bikin sekolah di pelosok (3T) dan daerah bencana jadi makin proper lewat program revitalisasi besar-besaran. Bayangin aja, modalnya sampai Rp16,9 triliun buat benerin belasan ribu sekolah supaya nggak ada lagi drama kelas bocor atau plafon ambruk pas lagi belajar. Proyek ini bukan cuma soal bangunan fisik yang makin estetik dan aman, tapi juga langkah nyata buat pemerataan kualitas pendidikan biar anak-anak di daerah terpencil bisa merasakan fasilitas yang sama kerennya sama sekolah di kota besar. Standardized education is finally loading!

Kemendikdasmen Update Korban Bencana Sekolah Rusak Fasilitas Sekolah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB