Baru 2 Tahun Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Tembus 46 Ribu, Meningkat Signifikan Tahun 2026!
astakom.com, Jakarta — Pemerintah menyebut program Sekolah Rakyat akan mengalami peningkatan jumlah siswanya secara signifikan pada tahun 2026.
Pemerintah menargetkan sekitar 30.000 siswa baru dapat ditampung tahun ini. Jika digabung dengan capaian tahun sebelumnya yang mendekati 16.000 siswa, total peserta didik diproyeksikan mencapai sekitar 46.000 siswa.
“Kalau tahun lalu hampir 16.000 siswanya, diperkirakan tahun ini kita bisa mencapai sekitar 30.000 siswa. Jadi totalnya sekitar 46.000 siswa yang akan ikut proses pembelajaran di Sekolah Rakyat,” ujar Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Jakarta, kemarin (12/4/2026).
Skema tepat sasaran Sekolah Rakyat
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat paling rentan secara ekonomi, terutama keluarga dalam kategori desil satu dan dua yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berbeda dengan sistem pendidikan formal pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran terbuka.
Pemerintah menggunakan pendekatan penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran. Mekanisme ini dinilai lebih tepat untuk memastikan bantuan pendidikan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.
Selain itu, Kementerian Sosial juga tengah melakukan seleksi terhadap guru dan tenaga kependidikan untuk tahun ajaran 2026–2027. Proses ini menjadi bagian dari penguatan kualitas layanan pendidikan dalam program tersebut.
Proses seleksi siswa gratis dan transparan
Gus Ipul mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Sekolah Rakyat dan meminta sejumlah uang dengan iming-iming bisa meloloskan peserta didik. Ia menegaskan seluruh proses seleksi berlangsung transparan tanpa pungutan.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses seleksi. Praktik seperti suap, titipan, maupun bentuk penyimpangan lain tidak ditoleransi dalam program ini.
“Tidak perlu melakukan pendekatan apalagi sampai membayar. Itu penipuan. Ikuti saja proses yang ada karena Sekolah Rakyat ini untuk keluarga yang paling tidak mampu,” tuturnya. (aLf/aRsp)











