Maksimalin Dukungan Fiskal Pemerintah: OJK Siapkan Regulasi Bank Support Kopdes & Perumahan

Editor: Shintya
Sabtu, 11 April 2026 | 21:31 WIB
Maksimalin Dukungan Fiskal Pemerintah: OJK Siapkan Regulasi Bank Support Kopdes & Perumahan
Tindak Lanjut Soal MSCI Kirim 4 Surat, OJK Baru Tahu? Ini Klarifikasi Resminya! (astakom/OJK)

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas soal peran perbankan yang sangat dibutuhkan buat dukungan program prioritas pemerintah.

Meski begitu, Purbaya mengaku dukungan fiskal dari pemerintah sebenarnya udah memadai, tapi aliran kredit dari perbankan harus bisa lebih dioptimalkan.

"Pemerintah sudah cukup. Namun, masih ada program pembangunan lain di mana selama ini bank lebih banyak menempatkan dana di bank sentral. Perlu didorong ke sektor riil," kata Purbaya di Jakarta, dikutip pada Sabtu (11/4/2026).

Sejalan dengan hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lagi susun perubahan aturan Rencana Bisnis Bank (RBB) supaya perbankan lebih aktif membiayai program prioritas pemerintah.

Lampu Hijau dari OJK 

Perubahan aturan ini menjadi keputusan yang penting supaya aliran kredit nggak cuma berputar di sektor keuangan, tetapi benar-benar masuk ke sektor riil yang menyentuh dan manfaatnya bisa dirasakan langsung sama masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki bilang kalau penyesuaian RBB bakal diatur di dalam Rancangan POJK (RPOJK). Regulasi ini diarahkan supaya bank ikut mendukung program prioritas, seperti makan bergizi gratis, pembangunan perumahan, dan penguatan koperasi desa.

"Kami ingin bank bisa lebih masuk ke program-program prioritas pemerintah," kata Friderica.

Perluas akses pembiayaan

Lewat kebijakan ini dia berharap bisa memperluas akses pembiayaan, terutama buat sektor produktif kayak UMKM dan perumahan. Harapannya, dengan kredit yang lebih lancar, aktivitas ekonomi di tingkat bawah bisa terdongkrak.

Regulasi yang lagi disiapkan OJK ini nggak berarti OJK mewajibkan bank kasih kredit ke sektor prioritas harus selalu goal. 

Bank tetep harus menilai profil risiko

Dia menegaskan penyaluran kredit ke sektor prioritas tidak bersifat wajib. Soalnya setiap bank tetap harus menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Di sisi lain, Purbaya menilai selama mendorong fungsi intermediasi, kebijakan ini akan berdampak positif buat pertumbuhan ekonomi, tidak lupa dia menegaskan kalau perbankan perlu selalu ingat peran utamanya yaitu buat menyalurkan kredit.(Shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Purbaya Yudhi Sadewa bilang fiskal udah cukup, tapi bank harus step up biar kredit lebih ngalir ke sektor riil. Otoritas Jasa Keuangan juga lagi siapin aturan baru biar bank lebih support program prioritas kayak UMKM dan perumahan. Intinya, dana jangan cuma parkir—harus impactful ke ekonomi bawah.

OJK menkeu purbaya Perbankan Prabowonomics

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB