AS Baper! Mau Tarik Diri dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO)

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 9 April 2026 | 18:46 WIB
AS Baper! Mau Tarik Diri dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO)
AS Baper! Mau Tarik Diri dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) (Astakom / Tangkapan Layar Instagram @realdonaldtrump)

astakom.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang memikirkan untuk menarik AS dari Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu lalu mengungkapkan kalau Trump sedang memikirkan langkah itu karena negara-negara Barat "telah gagal" dalam ujian.

"Saya memiliki kutipan langsung dari Presiden Amerika Serikat tentang NATO. Saya akan menyampaikannya kepada kalian. Mereka sudah diuji, dan mereka gagal," ucap Leavitt, dilansir dari Al Jazeera pada Kamis, (9/04/2026).

"Cukup menyedihkan karena NATO memunggungi rakyat AS selama enam minggu terakhir, padahal rakyat AS yang membiayai pertahanan mereka," sambungnya.

Pernyataan Leavitt tersebut diungkapkan sesaat sebelum Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Gedung Putih.

Eskalasi Selat Hormuz: Aliansi militer NATO pasif

Trump menyatakan kekecewaannya terhadap aliansi militer itu karena sebagian besar negara anggota menolak untuk membantu AS ketika diminta mengamankan kapal di Selat Hormuz.

Sejak serangan AS-Israel, Iran menghalangi pergerakan laut di Selat Hormuz. Tindakan tersebut menyebabkan banyak negara mengalami krisis energi karena Selat Hormuz menguasai sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.

Usai pertemuan, Rutte mengakui kalau Trump secara langsung menyampaikan kekecewaannya kepadanya. Namun, dia juga menyatakan bahwa Trump bersedia mendengarkan pendapatnya tentang penolakan negara-negara NATO terhadap AS.

"Jelas ada kekecewaan. Namun pada saat yang sama, ia juga mendengarkan dengan baik argumen saya atas apa yang terjadi," ucap Rutte.

AS persoalkan kontribusi militer NATO

Para analis pernah mengungkapkan, awal mula ketegangan AS dan NATO meningkat usai Trump terpilih kembali sebagai presiden pada 2025. Trump sering mengancam untuk menarik AS dari NATO, salah satunya karena masalah kontribusi biaya pertahanan yang dinilai tidak adil.

Trump percaya kalau AS udah mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan negara-negara anggota lainnya. Pada bulan Juni 2025, dalam konferensi tingkat tinggi NATO, para anggota sepakat untuk meningkatkan kontribusi mereka menjadi lima persen dari produk domestik bruto (GDP) masing-masing mulai tahun 2035.

Jejak sembrono Trump atas Greenland

Ketegangan antara AS dan NATO juga muncul setelah Trump mengancam akan mengambil alih Greenland demi kepentingan nasional AS. Akibat ancaman tersebut, negara-negara Eropa cepat-cepat memperkuat militer di Greenland agar tidak diganggu Trump.

Wall Street Journal melaporkan pada Rabu lalu, (8/4/2026) kalau dalam konflik ini, karena sangat kecewa, Trump berencana menarik pasukan AS dari beberapa negara NATO yang dianggap tidak mendukung AS. (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway

​Intinya, hubungan AS dan NATO lagi di fase toxic dan berada di ambang breakup. Trump merasa sudah jadi "tulang punggung" yang membiayai segalanya, tapi pas butuh bantuan di Selat Hormuz, anggota yang lain malah ghosting. Ditambah lagi ada drama rebutan wilayah di Greenland yang bikin negara-negara Eropa makin projecting alias waspada. Kalau AS beneran cabut atau narik pasukan, konstalasi keamanan dunia fix bakal berubah total dan gak bakal sama lagi. Stay tuned, karena ini geopolitical drama yang levelnya udah red flag banget!

Nato Amerika Serikat Donald Trump Donald Trump Update

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB