Jaga Eksklusif Menonton di Bioskop, Masa Tayang Film Nasional Diusulkan 4 Bulan

Editor: Dhea Vallerina Riyon
Selasa, 7 April 2026 | 13:37 WIB
Jaga Eksklusif Menonton di Bioskop, Masa Tayang Film Nasional Diusulkan 4 Bulan
Ilustrasi / Fadli Zon Usul Jeda Tayang Film, Bioskop Berpotensi Dapat Eksklusif 4 Bulan (astakom/Freepik)

astakom.com, Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mewacanakan penguatan regulasi distribusi film nasional, termasuk usulan masa jeda penayangan eksklusif di bioskop sebelum masuk ke platform digital.

Usulan ini muncul di tengah perubahan perilaku penonton yang kini semakin akrab dengan layanan streaming seperti Netflix dan Vidio, yang secara umum diakui industri telah mengubah pola konsumsi film.

“Bioskop bisa tutup lama-lama kalau orang sudah mulai nonton langsung di gadget,” ujar Fadli Zon dikutip dari media pada Senin, (6/4/2026).

Perubahan pola nonton jadi latar belakang

Secara global, industri film memang tengah menghadapi pergeseran besar dari layar lebar ke platform digital. Laporan berbagai lembaga industri menunjukkan bahwa sejak pandemi, kebiasaan menonton film di rumah meningkat signifikan.

Di kawasan Eropa dan negara dengan industri film kuat seperti Korea Selatan, pemulihan jumlah penonton bioskop berlangsung bertahap dan belum sepenuhnya kembali ke pola sebelum pandemi. Fenomena ini sering dijadikan rujukan dalam diskusi kebijakan perfilman di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang pemerintah mempertimbangkan intervensi kebijakan agar ekosistem perfilman termasuk bioskop tetap terjaga.

Dorong jeda tayang demi ekosistem film

Fadli Zon menilai perlunya pengaturan waktu tayang agar film memiliki kesempatan optimal di bioskop sebelum beralih ke platform digital.

“Kita ingin ada pengaturan supaya ada jeda waktu yang cukup, sehingga ekosistem perfilman tetap sehat,” kata Fadli.

Ia juga menegaskan bahwa praktik distribusi film selama ini masih mengikuti mekanisme pasar.

“Selama ini kan mengikuti market, kalau filmnya laku ya bertahan lama di bioskop,” jelasnya.

Masih wacana, akan dikaji bersama industri

Meski sudah disampaikan ke publik, rencana ini belum menjadi kebijakan final. Pemerintah masih akan membahas dengan produser dan pelaku industri film, menyesuaikan dengan kebiasaan baru penonton digital dan Mencari keseimbangan antara kepentingan bisnis bioskop dan akses publik.

Pendekatan ini dinilai penting agar regulasi yang dihasilkan tidak menghambat distribusi film, namun tetap melindungi industri dalam negeri.(shnty/aRsp)

Gen Z Takeaway

Industri film lagi ada di fase transisi: bioskop vs streaming. Pemerintah coba “ngerem” perubahan biar semua tetap jalan bareng. Tapi realitanya, kebiasaan nonton udah berubah—dan itu yang bakal jadi tantangan terbesar dari wacana ini.

Fadli Zon Bioskop FilmBioskop Film Bioskop 2026 Film

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB