Hadapi Fluktuasi Krisis Energi Globali China Perkuat Fondasi Energi Batu bara

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 7 April 2026 | 18:59 WIB
Hadapi Fluktuasi Krisis Energi Globali China Perkuat Fondasi Energi Batu bara
China Siap Gaskeun Energi Baru, Hadapi Krisis Minyak Dampak Perang Iran! (Astakom /Xi Jinping Gemini)

astakom.com, Jakarta – Presiden Xi Jinping, Senin lalu mengajak untuk mempercepat perencanaan dan pembangunan sistem energi yang baru. Rencana ini dibuat buat memastikan keamanan energi negara itu, di tengah fluktuasi harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah. Percepat pembangunan sistem energi baru Xi menegaskan signifikansi pengembangan energi air dan perlindungan lingkungan, serta peningkatan pemanfaatan tenaga nuklir yang aman dan teratur. "Pengembangan energi angin dan surya yang kami lakukan sebagai pelopor kini telah terbukti sebagai langkah maju,” ucap Xi seperti yang dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah dilansir dari Anadolu pada Selasa, (7/4/2026). Batu bara jadi fondasi"Pada saat yang sama, pembangkit listrik tenaga batu bara tetap menjadi fondasi energi kita dan harus terus memainkan peran pendukung," lanjutnya. Ia juga turut melanjutkan kalau China perlu terus mengikuti jalur pembangunan yang bersih dan rendah emisi karbon. China persiapkan ragam energiSebagaimana yang diketahui, "Negeri Panda" ini mempunyai cadangan minyak mentah strategis sebesar 1,3 miliar barel, yang diperkirakan memadai untuk beberapa bulan China juga mmepunyai bermacam energi terbarukan yang meliputi tenaga nuklir, surya, dan angin, akan tetapi masih tergantung oleh batu bara yang ditambang di dalam negeri. Xi turut menyatakan kalau isu energi sangat krusial untuk pembangunan, terkhusus untuk menunjang ekonomi. Cara China hadapi krisis rnergi global "Sistem energi baru yang lebih ramah lingkungan, lebih beragam, dan lebih tangguh akan memberikan jaminan yang kuat bagi keamanan energi dan pembangunan ekonomi China," ucap Xi pada laporan tersebut. Pada tahun 2024, China mendapatkan 35 persen energinya dari negara-negara Teluk, dengan membayar 413 miliar dollar AS (sekitar Rp 7.054 triliun) untuk impor tersebut. Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat setelah AS dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran merespons dengan menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Iran juga menghalangi dan membatasi pergerakan kapal-kapal dari berbagai negara yang melewati Selat Hormuz Negara-negara Asia merupakan wilayah yang paling terpengaruh akibat penutupan Selat Hormuz, salah satunya adalah Tiongkok. Perusahaan-perusahaan asal Cina memiliki sekitar 74 kapal komoditas yang terdampar, di mana 25 di antaranya adalah tanker minyak dan gas. Sementara itu, yang lainnya adalah kapal-kapal untuk mengangkut barang curah kering seperti kapal kontainer. Namun, tiga kapal Tiongkok baru saja diperbolehkan melewati Selat Hormuz. (nAD/aRsp) Gen Z Takeaway

POV: When you realize relying on others for energy is a huge risk.  Tiongkok beneran kasih pelajaran soal "survival mode" di level negara. Gara-gara perang Iran dan akses Selat Hormuz yang kena blokir, mereka langsung pivoting besar-besaran ke energi baru. Emang sih, batu bara masih jadi "comfort zone", tapi langkah mereka buat serius di nuklir dan energi surya itu beneran main character energy. Pelajaran buat kita: diversifikasi itu penting banget, baik itu soal energi negara maupun income pribadi, biar kalau ada krisis global, kita tetap bisa survive dan nggak ikutan panic!

China Tiongkok energi terbarukan xi jinping

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB