Beredar Informasi Mojtaba Khamenei Tak Sadarkan Diri dan Dirawat di Qom

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 7 April 2026 | 19:43 WIB
Beredar Informasi Mojtaba Khamenei Tak Sadarkan Diri dan Dirawat di Qom
Mojtaba Khamenei Tak Sadarkan Diri dan Dirawat di Qom, Gimana Nasib Iran? (Astakom / Iran Aribk)

astakom.com, Jakarta – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dilaporkan dalam keadaan tidak sadar dan sedang mendapatkan perawatan medis darurat di kota Qom, Iran.  Keadaan ini menimbulkan keraguan besar mengenai siapa yang sebenarnya memimpin negara saat konflik berlangsung melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kondisi Kesehatan Mojtaba Khamenei Kondisi Mojtaba, melansir dari The Times of India pada, Selasa (7/4/2026), diungkapkan dalam catatan diplomatik yang diakses oleh media The Times, serta berdasarkan analisis intelijen AS dan Israel. Pemimpin tertinggi Iran yang berumur 56 tahun itu, menurut catatan diplomatik tersebut, berada dalam keadaan "serius" dan "tidak dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim" Teheran. Catatan diplomatik tersebut, yang menyatakan kalau Mojtaba mendapatkan perawatan medis di Qom, menandai kali pertama lokasi pemimpin tertinggi Iran itu diketahui oleh publik. Laporan tersebut mengungkapkan kalau lembaga-lembaga intelijen sudah mengetahui adanya Mojtaba selama beberapa waktu, tetapi belum pernah mengungkapkan hal itu kepada publik. Iran mengakui bahwa Mojtaba mengalami luka akibat serangan udara AS-Israel yang mengakibatkan kematian ayahnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarga dekat Khamenei pada 28 Februari lalu. Pejabat Iran Klaim Masih Memimpin Meski Gak Pernah Muncul Namun, pejabat Iran tetap bersikeras menyatakan Mojtaba tetap "memimpin" Iran, meskipun dia sama sekali belum tampil di depan publik sejak perang dimulai. Tidak ada rekaman video atau audio yang terverifikasi mengenai dirinya yang dirilis, hanya pernyataan tertulis yang dibacakan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, serta klip yang dibuat oleh AI yang dirilis dalam beberapa hari terakhir. Minimnya komunikasi langsung telah menimbulkan spekulasi bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut mungkin tidak mampu menjangkau. Beberapa laporan lain yang belum terkonfirmasi menyatakan kalau dia mengalami cedera parah, termasuk tulang yang patah dan luka di wajah.  Situasinya telah menyebabkan keraguan terhadap rantai komando di Iran, di mana pemimpin tertinggi memiliki kekuasaan politik serta keagamaan tertinggi. Kekuasaan dan Kepemimpinan di Iran Kondisi ini telah menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) benar-benar menguasai, yang mungkin menjadikan Mojtaba sebagai sosok yang lebih simbolis. Presiden AS Donald Trump memperkuat pandangan tersebut, dengan menyatakan kalau dia tengah bernegosiasi dengan pejabat-pejabat Iran yang lain dan bukan langsung dengan pemimpin tertinggi negara itu. Ketidakpastian di puncak pemerintahan Iran ini terjadi sementara ketegangan terus bertambah. Trump sering kali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, dengan tenggat waktu yang tidak menentu mengenai tuntutan seputar Selat Hormuz. Iran telah menolak tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh AS, dan menegaskan tidak akan menyerang karena tekanan. (nAD/aRsp)Gen Z Takeaway

POV: When the world's most powerful leader goes 'ghosting' in the middle of a war. Situasi di Iran beneran lagi di level extreme red flag. Bayangin, sebuah negara besar lagi perang tapi pemimpin tertingginya dikabarkan koma dan cuma muncul lewat video AI. Ini bikin kita sadar kalau stabilitas politik itu sepenting itu; sekali puncaknya goyang, seluruh dunia ikut kena impact-nya, mulai dari urusan energi sampai tensi perang dunia. Honestly, it's giving 'The Plot Thickens' vibes. Kita pantau terus apakah Iran bakal reveal kondisi aslinya atau tetap main rahasia-rahasiaan!

iran Update Konflik Timur Tengah 2026. Khamenei UpdateTimur Tengah

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB