Waduh! Imbas Global Tension Harga Pangan Dunia Mulai Terkerek Naik, Tertinggi Sejak September 2025
astakom.com, Jakarta - Ketegangan yang masih awet di Timur Tengah imbasnya mulai mulai menyasar pada harga komoditi pangan. Selain lonjakan harga energi dunia, kenaikan harga pangan dunia juga turut menuai sorotan.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) melaporkan bahwa harga pangan dunia naik 2,4 persen pada Maret 2026 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Imbas dari biaya energi yang juga naik secara signifikan sejak eskalasi dimulai.
FAO juga menyebutkan bahwa kenaikan ini menandakan kenaikan bulanan yang kedua secara berturut-turut. FAO melaporkan lonjakannya mencapai 128,5 poin pada akhir Maret 2026.
Angka itu menjadi level tertinggi sejak September 2025. Kenaikan harga-harga terjadi di seluruh kelompok komoditas. Faktor kenaikan harga pangan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fundamental pasar, tetapi juga oleh lonjakan harga energi yang berkaitan dengan eskalasi di Timur Tengah.
Kenaikan signifikan di komoditas utama
Dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (6/04/2026), harga pangan naik terutama pada komoditas utama, termasuk serealia, daging, susu, minyak nabati dan gula.
Dalam periode setahun. Indeks harga pangan FAO berada 1,2 poin atau 1,0 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Indeks harga serealia naik 1,5 persen menjadi 110,4 dalam hitungan periode per bulan dan naik 0,6 persen dalam periode tahunan sampai bulan lalu.
Harga minyak sampai daging naik
Indeks harga minyak nabati mencapai 183,1 poin pada Maret, naik sebanyak 5,1 persen dari Februari. Dalam periode tahunan, kenaikan mencapai 13,2 persen.
"Harga minyak sawit internasional mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 dan bergerak melampaui minyak kedelai, sebagian besar mencerminkan efek limpahan dari kenaikan tajam harga minyak mentah," kata dikutip dari media pada Senin (6/4/2026).
Selanjutnya, indeks harga daging naik 1,0 persen per Maret atau menjadi 127,7 poin dari Februari dan 8,0 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Harga susu, telur dan gula juga melonjak
Indeks harga susu naik 1,2 persen dalam sebulan menjadi 120,9 poin, tetapi turun 18,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Dilansir dari Trading Economics, indeks harga telur CH selama satu bulan terakhir naik 2,71 persen, dan dalam periode tahunan naik 12,07 persen.
Indeks harga gula FAO melonjak 7,2 persen menjadi 92,4 poin pada Maret 2026. Angka itu menunjukkan kenaikan tertinggi dalam lima bulan. (Shnty/aRsp)
Gen Z Takeaway
Geopolitik lagi panas, efeknya mulai kerasa ke harga energi sampai pangan global yang ikut naik. Data FAO nunjukin harga pangan naik lagi di Maret 2026, dipicu bukan cuma demand-supply tapi juga spillover dari energy prices. Intinya: global tension sekarang udah mulai impact langsung ke cost hidup, pelan tapi pasti.










