Profil Sosok Aipda Vicky, Anggota Polisi Viral karena Ungkap Kasus Korupsi
astakom.com, Jakarta — Viral di media sosial sosok polisi dimutasi dikarenakan mengungkap sebuah kasus korupsi.
Anggota yang dimaksud tersebut adalah Aipda Vicky Aristo Katiandagho yang bertugas di Polda Sulawesi Utara.
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan, Vicky telah mengakhiri pengabdiannya di institusi kepolisian setelah sebelumnya sempat dimutasi oleh atasannya. Lalu, siapakah sosok Aipda Vicky?
Profil singkat Aipda Vicky
Vicky Aristo Katiandagho kini baru saja menyandang mantan anggota Polri yang sempat bertugas di Polres Minahasa, Polda Sulawesi Utara.
Pangkat terakhirnya adalah Ajun Inspektur Dua atau Aipda. Aipda adalah singkatan dari Ajun Inspektur Polisi Dua, pangkat dalam golongan Bintara Tinggi Polri.
Pangkat ini berada tepat di bawah Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) dan di atas Brigadir Polisi Kepala (Bripka).
Dalam struktur kepolisian Indonesia, Aipda termasuk Bintara Tinggi tingkat pertama, satu level di bawah Perwira Pertama seperti Inspektur Polisi Dua (Ipda). Lambang pangkatnya adalah satu balok perak bergelombang.
Untuk Vicky Aristo Katiandagho, meski berpangkat Aipda, ia sempat menduduki jabatan Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Minahasa. Ia bertanggungjawab atas penanganan kasus korupsi di Polres Minahasa.
Namanya viral usai mengundurkan diri
Pada tahun 2026, nama Aipda Vicky Aristo mencuat ke publik lantaran ia mengundurkan diri setelah dimutasi saat mengusut dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan era Bupati Minahasa 2020, yang diselidiki sejak Januari 2021 dan naik penyidikan pada September 2024.
Prosesnya melibatkan pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, dan koordinasi dengan BPKP Sulawesi.
Di tengah jalan, ia dipindahtugaskan ke Polres Kepulauan Talaud. Mutasi ini kemudian membuat Vicky memilih jalan untuk mundur dari Polri.
Kini berjualan kopi
Melansir astakom.com, diberitakan pula sebelumnya, ketika Vicky ditanya terkait rencana ke depannya setelah mundur dari institusi Polri, dia menjawab singkat sambil tertawa.
"Saya masih menikmati jualan kopi," katanya.
Di akhir wawancara, dengan tegas dia menyampaikan pesan dan harapannya "Sekali Bhayangkara, selama Bhayangkara,” tegasnya. (aLf/aRsp)











