IHSG Dibuka Loyo, Ketidakpastian Global Bikin Investor Risk Off Mode?
astakom.com, Jakarta - Pada perdagangan pasar saham, awal pekan ini Senin (6/4/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,36 persen ke level 7.001,56.
Berdasarkan pantauan Astakom, data dari IDX last update pada pukul 09.39 WIB, IHSG melanjutkan perlemahan ke angka 6.995,18, berkurang 31,60 poin atau 0,45 persen.
Dilansir dari IDX, pada pembukaan perdagangan sesi 1 ini tercatat sebanyak 166 saham di zona hijau, 387 di zona merah atau melemah, dan 405 lainnya stagnan atau tetap.
Untuk transaksi awal pasar pagi ini menyentuh Rp2,1 triliun, dengan volume 1,3 miliar saham.
Indeks sektoral dominan merah
Tren melemah ini disusul sama indeks sektoral yang dominan di zona merah. Indeks sektoral yang kompak di zona merah yaitu sektor energi, konsumer non siklikal, properti, infrastruktur, bahan baku, transportasi, teknologi, kesehatan.
Sedangkan sektor yang menguat atau ada di zona hijau yaitu sektor konsumer siklikal, keuangan dan industri.
Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan minggu lalu di level 7.026, atau turun sebesar 0,99 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Tekanan ini diperparah dengan aksi jual bersih (outflow) investor asing yang mencapai Rp2,8 triliun di pasar reguler.
Faktor yang bikin IHSG loyo
IHSG diprediksi masih akan menunjukkan tren penurunan atau bearish menyusul penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang sesuai dengan standar MSCI. Bahkan ada yang menilai bahwa pergerakan pasar saham ini dipengaruhi sama sentimen ketidakpastian global.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengungkapkan, lesunya pasar saham domestik dipicu oleh kombinasi sentimen ketidakpastian global dan kebijakan domestik atau dalam negeri. Dari sisi global, ancaman serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran di bawah pernyataan Presiden AS Donald Trump memicu kepanikan investor.
"Akibatnya muncul ketidakpastian tinggi, sehingga aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG kemungkinan besar bakal kena aksi jual jangka pendek," ujarnya dalam keterangannya, dikutip pada Senin (6/4/2026).
Top gainers dan losers
Pada perdagangan pagi ini, tiga saham yang memimpin top gainers diantaranya PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP), dan PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ).
Sedangkan untuk saham top losers-nya ditempati oleh PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Indo Premier Investment Management Tbk (XISC), dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
Gen Z Takeaway
IHSG start minggu ini langsung turun dan makin melemah di sesi pagi, kebanyakan sektor ikut merah. Tekanan datang dari outflow asing plus global uncertainty yang bikin investor masuk risk-off mode. Intinya, market lagi sensi banget sama sentimen global, jadi pergerakan saham cenderung volatile.









