PBB Mulai Spill Hasil Penyelidikan Penyerangan Terhadap Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Kamis, 2 April 2026 | 16:20 WIB
PBB Mulai Spill Hasil Penyelidikan Penyerangan Terhadap Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon
PBB Mulai Spill Hasil Penyelidikan Kasus TNI di Lebanon (Astakom / The United Nations)

astakom.com, Jakarta – Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan hasil awal penyelidikan kejadian yang mengakibatkan kematian prajurit TNI di Lebanon. Dujarric mengungkapkan bahwa dua anggota TNI yang tewas di sekitar Bani Hayyan, Senin (30/3/2026), disebabkan oleh bom yang diletakkan di tepi jalan.

Kronologi Tragedi: Bom Tepi Jalan Jadi Penyebab Gugurnya Personel TNI

Dujarric tidak menyebutkan sumber atau pihak yang menanam bom tersebut. Juru bicara PBB tersebut juga belum memberikan informasi mengenai hasil penyelidikan atas serangan yang mengakibatkan tewasnya Praka Farizal Rhomadhon, Minggu (29/3/2026), atau sehari sebelum kejadian di Bani Hayyan. 

"Temuan awal mengenai insiden di Bani Hayyan yang terjadi pada 30 Maret, saat dua pasukan perdamaian terbunuh, mengindikasikan bahwa bahan peledak pinggir jalan mengenai konvoi kolega Indonesia," ucap Stephane Dujarric, dikutip oleh astakom pada Kamis, (2/3/2026). 

Investigasi Berlanjut: PBB Masih Telusuri Dalang di Balik Serangan 

"Kami telah menuliskan kecaman keras terhadap insiden yang berujung meninggalnya pasukan perdamaian tersebut. Sekretaris Jenderal juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, kolega, dan pemerintah Indonesia." ujarnya. 

Lebih jauh, Dujarric mengomunikasikan pesan Sekjen PBB Antonio Guterres setelah tiga prajurit TNI jatuh di Lebanon.

Warning dari Sekjen PBB: Situasi Lebanon Makin Red Flag dan Berbahaya 

Ia menyatakan, Guterres mendorong semua pihak untuk menjamin keselamatan personel PBB yang bertugas di daerah konflik. 

"Sekretaris Jenderal dengan tegas mendesak semua pihak menjalankan kewajiban sesuai hukum internasional untuk memastikan keamanan dan keselamatan personel PBB," ucapnya. 

Pada kesempatan tersebut, Dujarric menyatakan bahwa kondisi di Lebanon semakin memburuk dengan cepat dalam beberapa hari terakhir. 

Eskalasi itu, menurutnya, menyebabkan dampak negatif yang signifikan bagi penduduk sipil dan infrastruktur sipil, terutama di Lebanon. 

"Hal ini juga sangat membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB," ucap Dujarric. 

Detail Kejadian di Markas UNIFIL dan Konvoi Logistik 

Sebelumnya, tiga tentara TNI tewas di Lebanon ketika melaksanakan tugas sebagai anggota UNIFIL. Ketiganya meninggal dalam dua kejadian yang berbeda. 

Pada Minggu (29/3/2026), Praka Farizal Rhomadhon jatuh saat pangkalan UNIFIL di selatan Lebanon diserang. Tiga tentara lainnya terluka dalam kejadian ini, yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. 

Praka Rico menderita cedera serius. Sementara itu, Praka Bayu dan Praka Arif mendapatkan cedera ringan. 

Keesokan harinya, pada Senin (30/3/2026), Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tewas saat mengamankan konvoi logistik UNIFIL. Konvoi mereka menjalani ledakan saat sedang dalam perjalanan. 

Dua tentara lainnya dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut, yaitu Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Riant.

Gen Z Takeaway

Respect setinggi-tingginya buat para prajurit TNI yang gugur saat tugas negara di Lebanon. PBB akhirnya spill temuan awal kalau dua anggota kita, Kapten Zulmi dan Sertu Nur Ichwan, meninggal karena kena bom tepi jalan pas lagi kawal konvoi logistik. Situasi di sana emang lagi chaos parah dan masuk kategori red flag karena eskalasi konflik yang makin ngeri. Sekjen PBB juga udah kasih peringatan keras ke semua pihak buat stop ganggu pasukan perdamaian karena keselamatan mereka itu harga mati menurut hukum internasional. Kita doakan juga buat rekan-rekan TNI lainnya yang luka-luka supaya cepet recovery dan bisa kembali sehat. True heroes never die!

PBB Tentara Nasional Indonesia TNI pidato pbb

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB