Presiden Prabowo Bertemu Investor Jepang: Indonesia Safe, Let’s Partner Up!
astakom.com, Jakarta - Di Acara Japan-Indonesia Business Forum, Presiden Prabowo Subianto berpidato di hadapan para tamu undangan yang hadir termasuk investor Jepang.
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di Indonesia dan menjalin kerja sama dengan Danantara.
Presiden Prabowo mengatakan kalau reputasi dan tata kelola yang baik sebagai bukti keseriusan Indonesia dalam melindungi para investor kelas global. Jadi para investor bisa merasa aman saat berinvestasi di Indonesia."Ini akan memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa kita serius serta akan melindungi semua investor. Dan saya pikir reputasi kita sudah sangat baik," kata Presiden Prabowo saat menghadiri acara Business Forum di Tokyo, Jepang, dikutip pada Selasa (31/3/2026).
Indonesia punya reputasi yang baik
Presiden Prabowo juga bilang kalau reputasi Indonesia selama ini dinilai sangat baik karena nggak pernah gagal bayar utang."Reputasi ini bukan baru berusia 5, 10, atau 15 tahun. Saya rasa reputasi ini sudah ada selama beberapa dekade. Indonesia memiliki reputasi, seperti yang Anda ketahui, bahwa kita tidak pernah gagal membayar utang-utang kita," katanya.
Presiden kenalkan Danantara
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo menjelaskan kalau Indonesia punya Danantara yang menjadi badan pengelola investasi strategis Indonesia.Presiden Prabowo Subianto bilang pengelolaan aset dalam satu manajemen dengan pengelolaan dan praktik terbaik.
"Hampir semua aset kami sekarang berada di bawah pengelolaan satu manajemen. Kami menginginkan pengelolaan yang rasional dengan praktik terbaik," katanya.
Danantara mengelola aset dengan baik
Presiden Prabowo juga menekankan kalau Danantara udah menunjukkan kinerja yang baik dalam satu tahun sejak pembentukannya. Beliau juga menegaskan bahwa kinerja positif itu jadi bukti kalau pengelolaan yang terpusat itu dikelola lebih produktif."Dan hasilnya sangat menjanjikan. Hanya dalam tahun pertama operasi dana kekayaan negara kami, kami melihat peningkatan yang signifikan. Beberapa di antaranya menghasilkan peningkatan hampir 300 persen dalam pengembalian aset," jelasnya.










