400 Juta Cadangan Minyak 'Mengalir', Intip Strategi Berbagai Negara Hadapi Potensi Krisis BBM
astakom.com, Jakarta - Selat hormuz yang kini tidak bisa sebebas dulu dilintasi sebagai jalur utama distribusi energi, mulai membuat kepanikan di berbagai negara. Bagaimana tidak, 20 persen pasokan minyak mentah dunia terganggu itu bukan angka yang sedikit, dampaknya juga perlu diantisipasi dengan strategi yang tepat dan terukur.
Salah satu dampaknya yang paling terasa adalah melonjaknya harga minyak menjadi 100 dolar AS atau sekitar Rp 1,68 juta per barrel. Dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu (28/3/2026), sejak eskalasi di Timur Tengah dimulai, harga Brent naik hampir 50 persen dan WTI naik 41 persen.
400 juta barrel cadangan minyak darurat sudah digelontorkan
Diketahui cadangan darurat minyak ada sekitar 400 juta barrel, di mana jumlah itu sebagian telah digelontorkan ke pasar.Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) bahkan menyebut kondisi ini sebagai gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global. Sehingga mengusulkan sejumlah langkah efisiensi untuk menghemat energi.
Strategi Ketahanan Energi Indonesia
Di Indonesia sendiri ketidakpastian global ini direspon dengan berbagai skema dan kebijakan yang sedang dikaji.Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa akan ada sejumlah upaya efisiensi yang bisa dilakukan. Diantaranya pemotongan gaji anggota parlemen dan kabinet, pemotongan penggunaan bahan bakar hingga 50 persen dari total penggunaan pemerintah.
Hingga peluang untuk menerapkan WFH sehari dalam sepekan.
Kondisi stok & harga BBM negara tetangga?
Sementara dibagian negara tetangga kawasan ASEAN, Kamboja dan Myanmar penggunaan energi minyak sudah mulai diperketat. Di Kamboja, sepertiga pom bensin telah ditutup. Sementara itu di Myanmar ditetapkan aturan sistem pembatasan ganjil-genap berdasarkan nomor registrasi kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).Jadi pengguna hanya bisa mendapatkan BBM jika plat nomor dan tanggal sama sama di angka ganjil atau sama sama di angka genap.
Strategi penghematan di negara Eropa
Di Eropa, Slovenia menjadi negara anggota Uni Eropa pertama yang aware dan melakukan antisipasi untuk menghemat energi. Slovenia mulai menerapkan pembatasan bahan bakar awal pekan ini. Kebijakannya adalah pemilik mobil pribadi hanya boleh mengisi BBM hingga 50 liter per minggu, sementara pelaku usaha dan petani dikenai batas sampe 200 liter.Anggota Uni Eropa yang lain kayak Jerman sekarang lagi dipush buat bikin kebijakan soal efisiensi energi sama International Road Transport Union (IRU).
"Jika pasokan disel terganggu, dampaknya akan langsung terasa di seluruh jaringan logistik Uni Eropa. Hal itu akan memperlambat rantai pasok dan memengaruhi distribusi barang ke pelaku usaha, toko, dan rumah tangga," kata Umberto de Pretto, Sekretaris Jenderal IRU, dikutip pada Sabtu (28/3/2026).
"Koordinasi di tingkat Uni Eropa sangat penting untuk menstabilkan pasar bahan bakar, menghindari respons nasional yang terfragmentasi, dan memastikan rantai logistik tetap berjalan," tambahnya.
Jerman mulai merespon ancaman krisis ini mulai mengkaji beberapa kebijakan. Diketahui dua pekan belakangan, harga bensin dan solar telah naik signifikan sebanyak 18 persen, menjadi 2 euro (sekitar Rp 39.000 per liter).









