Penutupan IHSG di Akhir Pekan, Turun ke Level 7.100
astakom.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tinggalkan jejak di zona merah pada perdagangan sesi II hari ini, Jumat (27/3/2026).
Dilansir dari IDX, tercatat penurunannya pada penutupan sore tadi sebanyak 67,03 poin atau 0,94 persen ke angka 7.097,06.
Pada perdagangan hari ini, pembukaannya di angka 7.136,37 dan terendahnya ada di angka 7.070,21.Sampai penutupan market sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 396 saham melemah, 292 saham menguat dan 270 saham lainnya ada di kondisi flat atau stagnan.
Kapitalisasi pasar turun
Untuk frekuensi transaksinya sebanyak 1,37 juta kali dengan besaran perdagangannya 18,85 miliar senilai Rp11,67 triliun. Kapitalisasi pasar terdeteksi turun menjadi Rp12.516 triliun.Selanjutnya, indeks sektoral pada perdagangan kali ini menunjukkan tren negatif, kecuali sektor energi menguat sebanyak 0,35 persen.
Saham - saham di zona hijau
Konsumer nonsiklikal menguat sebanyak 0,01 persen, dan saham di sektor kesehatan yang masih menunjukkan sentimen positif berada di zona hijau dengan menguat 0,12 persen.Diketahui saham-saham yang masuk top gainers hari ini yaitu saham PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 34,72 persen ke Rp194.
PT Soho Global Health Tbk (SOHO) meningkat 24,92 persen ke Rp2.030, dan PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) naik 24,65 persen ke Rp354.
Saham top losers
Sedangkan saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIFE) merosot 15 persen ke Rp119.PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ) terjun sebanyak 15 persen ke Rp576, dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) anjlok 14,90 persen ke Rp306.
Saham top value
Selanjutnya, saham top value dipimpin oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Total transaksinya senilai Rp1,9 triliun. Disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan total transaksi senilai Rp709 miliar.Urutan ketiga ada PT Darma Henwa Tbk (DEWA), total transaksi senilai Rp508 miliar. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat total transaksi senilai Rp425 miliar. Lalu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan total transaksi senilai Rp395 miliar.










