Nasdem Sebut Hadirnya Anies ke Rumah SBY hanya Halalbihalal seperti Anak dan Orang Tua
astakom.com, Jakarta — Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyatakan kunjungan mantan menyatakan kunjungan Anies Baswedan ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Bogor, murni merupakan sekedar silaturahmi halalbihalal.
“Mas Anies tidak ada gerakan, dia datang ke rumah orang tua yaitu Pak SBY, silaturahmi halalbihalal, mohon maaf lahir dan batin. Tidak lebih dari itu,” ujar Sahroni kepada wartawan, dikutip dari media Jumat (27/3/2026).
Sahroni mengatakan kehadiran Anies di Puri Cikeas pada Idul Fitri 1447 H tidak membawa misi atau gerakan politik tertentu.
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan bahwa Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar menyebut panitia sebenarnya tidak mengundang Anies dalam acara tersebut.Hanya sekedar penghormatan
Sahroni menilai, langkah Anies sebagai bentuk penghormatan seorang junior kepada seniornya di momen hari raya Idulfitri.
"Kita NasDem melihat Mas Anies ya namanya anak kepada orang tua, silaturahmi. Itu doang," ujarnya.
Tak ada agenda politik
Sahroni juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan persiapan menuju pemilihan presiden (Pilpres) mendatang.
"Capres masih lama, 2029. Enggak ada niatan begitu dia," ucapnya.
Sahroni memastikan bahwa pertemuan di Cikeas tidak membahas hal-hal berat terkait arah politik ke depan maupun urusan masa lalu.
"Enggak lah, ini mah momentum Idul Fitri. Tidak akan lah bicarain konsolidasi, hal-hal lain. Hari ini fokus Idul Fitri memohon maaf lahir dan batin kepada orang tua," ungkapnya.
Mengapa ini jadi sorotan publik?
Kala itu, Anies dan AHY sempat digadang kuat akan berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
Keduanya bernaung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang diisi oleh Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun, koalisi tersebut pecah setelah Anies dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memutuskan untuk menggandeng Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai cawapres.
Akibat keputusan tersebut, Partai Demokrat menarik dukungannya dari Anies dan memutuskan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM).











