Ecerean BBM Negara Tetangga Melejit, Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Gak Naik dan Stok Aman!
Harga BBM Negara Tetangga Melejit, Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Gak Naik dan Stok Aman!
Jakarta, Ekbis – Dinamika geopolitik global yang kian memanas di penghujung Maret 2026 mulai berdampak nyata pada sektor energi di kawasan Asia Tenggara. Dan menariknya, daya tahan energi fosil Indonesia sepefrtinya cukup kuat?
Hari ini Rabu (25/03/2026) dibanyak pemberitaan terpantau negara-negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia mulai melakukan penyesuaian kenaikan harga eceran SPBU bahan bakar minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak mentah dunia.
Pemerintah Indonesia melalui operator dan suplei BUMN Pertamina masih mengambil langkah berbeda dengan menjamin stabilitas harga BBM subsidi.
Kenaikan harga BBM di Negara ASEAN hari Ini
Gelombang kenaikan harga BBM di Asia Tenggara terjadi secara masif dalam sepekan terakhir. Vietnam mencatatkan kenaikan paling drastis; sejak Selasa (24/032026) lalu, harga bensin RON95 di negara itu dilaporkan melonjak lebih dari 20% menjadi sekitar 30.690 dong per liter, sementara solar meroket hampir 34% ke angka 33.420 dong.Di Thailand, operator energi seperti PTT dan Bangchak telah menaikkan harga bensin dan gasohol sebesar 1 baht per liter, yang berlaku diseluruh wilayah negara Gajah putih sejak 21 Maret 2026 lalu. Bensin Gasohol 95 kini disana kini bertengger di level 33,05 baht per liter.
Sementara itu, pada tetangga sebrang laut Indonesia Singapura, hari ini Rabu (25/03/2026) mencatatkan menjadi negara dengan harga BBM tertinggi di kawasan ASEAN. Seperti dilaporkan per hari ini dikutip dari stok price Shell Rabu (25/03/2026), harga bensin oktan 95 di SPBU Shell setempat mencapai 2,92 dolar Singapura per liter.
Sedangkan varian premium oktan 98 dijual hingga 3,66 dolar Singapura per liter. Di Malaysia, yang juga diketahui masih memiliki skema subsidi pada jenis BBM tertentu, harga bensin non-subsidi RON97 naik signifikan sebesar 70 sen menjadi 4,55 ringgit per liter untuk periode pekan ini.2.
Faktor Pemicu: Geopolitik global dan ketahanan stok
Lonjakan harga di kawasan ASEAN ini tidak terlepas dari faktor eksternal yang ekstrem.Meski eskalasi dinegara-negara penyuplai mnyak semoat mereda sesaat, namun harga minyak mentah jenis Brent saat ini tertahan di level psikologis US$100 per barel, sebuah lompatan besar dibandingkan bulan sebelumnya (Februari) yang masih berada di kisaran US$65–US$70.Eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026 menjadi pemicu utama mendidihnya harga minyak dunia.Selain faktor global, kondisi stok domestik masing-masing negara turut menentukan besaran kenaikan.
Negara seperti Vietnam dan Thailand sangat reaktif terhadap pergerakan pasar spot karena ketergantungan pada impor minyak mentah yang tinggi. Berbeda dengan Singapura yang harga domestiknya sangat fluktuatif mengikuti indeks harga harian, negara-negara lain di ASEAN mulai memperketat cadangan energi mereka guna mengantisipasi gangguan pasokan dari jalur distribusi internasional yang terancam akibat konflik di Timur Tengah.
Komitmen Pertamina: Tidak akan ada kenaikan BBM subsidi!
Di tengah tren kenaikan regional, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan pada beberapa waktu lalu Senin (23/3/2026) bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan pembatasan maupun kenaikan harga, terutama karena saat ini masyarakat masih berada dalam periode penting mudik dan balik Lebaran 2026.Pertamina memastikan bahwa ketersediaan stok nasional berada pada tingkat yang sangat aman. Pasokan energi untuk transportasi maupun kebutuhan kelistrikan dipantau secara real-time melalui Integrated Enterprise Data & Command Center (IEDCC).
"Sampai saat ini, Pertamina tidak mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian. Kondisi pasokan energi masih berada pada tingkat yang aman." ungkap Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga pada rilis wartawan dikutip astakom hari ini Rabu (25/03/2026).
Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi global. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan di tingkat pengecer, serta tetap tertib saat melakukan pengisian di SPBU
Pertamina memastikan bahwa ketersediaan stok nasional berada pada tingkat yang sangat aman. Pasokan energi untuk transportasi maupun kebutuhan kelistrikan dipantau secara real-time melalui Integrated Enterprise Data & Command Center (IEDCC). Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi global. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan di tingkat pengecer, serta tetap tertib saat melakukan pengisian di SPBU.
Senada, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho menyampaikan bahwa pasokan energi nasional, khususnya BBM berada dalam kondisi aman. Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho.
"Mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan panic buying, baik terhadap BBM bersubsidi maupun nonsubsidi" ungkapnya dikutip astakom.com dari postingan media sosial pada Rabu (25/03/2026).









