Menlu Iran Ucapkan Selamat Lebaran, Highlight Support Indonesia Untuk Teheran!
astakom.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan juga menghargai dukungan dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terhadap Teheran di tengah eskalasi yang masih berlanjut di Timur Tengah.
Secara khusus, Araghchi menyebutkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebagai negara dengan populasi mayoritas muslim di kawasan ASEAN. Gak hanya itu, pernyataan tersebut juga ditujukan kepada pemerintah dari negara-negara itu.
Ucapan Selamat Hari Raya dari Menlu Iran
"Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kpd pemerintah & masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yg mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bln Ramadan serta menunjukkan solidaritas," keterangan pada platform X,dikutip oleh astakom pada Senin, (23/3/2026).Araghchi menyatakan bahwa dukungan tersebut ditunjukkan oleh negara-negara Asia Tenggara kepada Iran sebagai respons terhadap “agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis” yang dimulai sejak akhir Februari dan terus berlanjut hingga saat Idulfitri.
Ia pun menganggap sikap negara-negara tersebut sebagai wujud solidaritas terhadap rakyat Iran di tengah situasi eskalasi yang semakin bertambah di wilayah Timur Tengah.
Serangan AS dan Israel di Hari Idulfitri
Warga Iran merayakan hari Idulfitri di tengah kondisi serangan dari AS dan Israel. Tanpa memperhatikan momen suci bagi umat Islam, AS dan Israel tetap melancarkan serangan di hari Idulfitri.Di saat perayaan Idulfitri di Iran pada Sabtu (21/3/2026), AS dan Israel tetap melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Natanz.
"Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini," ucap organisasi energi atom Iran yang dikutip kantor berita Tasnim pada Senin, (23/3/2026).
Reaksi Internasional terhadap Ketegangan di Timur Tengah
Tensi di wilayah meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan drone dan misil ke sejumlah target di wilayah.
Peristiwa itu telah menimbulkan reaksi internasional, termasuk dari negara negara Asia Tenggara yang meminta deeskalasi dan penghargaan terhadap hukum internasional.













