Negara MABIMS Kompak Tetapkan Idulfitri 2026 Jatuh Hari Sabtu

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB
Negara MABIMS Kompak Tetapkan Idulfitri 2026 Jatuh Hari Sabtu
Negara MABIMS Kompak Tetapkan Idulfitri 2026 Jatuh Hari Sabtu (Astakom / Kemenag)

astakom.com,  Jakarta - Negara-negara anggota MABIMS, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, sepakat menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

"Negara-negara MABIMS, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, secara umum menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada tanggal yang sama, yaitu Sabtu, 21 Maret 2026,” ucap Dirjen Bimas Islam Abu dikutip oleh astakom pada Jumat, (20/3/2026).

Kriteria Visibilitas Hilal

Ia menyampaikan, persamaan penetapan dipengaruhi oleh penerapan kriteria visibilitas hilal yang serupa, yaitu kriteria MABIMS dengan parameter ketinggian hilal minimum 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Menurut Abu Rokhmad, informasi hisab yang disampaikan dalam seminar posisi hilal menunjukkan bahwa pada 29 Ramadan 1447 H, posisi hilal di seluruh Indonesia berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik (0,91 derajat) hingga 3 derajat 7 menit 52 detik (3,13 derajat), dengan sudut pemisahan antara 4 derajat 32 menit 40 detik (4,54 derajat) hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. (6,1 derajat).

Ia menyatakan, walaupun beberapa daerah telah mencapai parameter tinggi hilal, secara keseluruhan kriteria visibilitas belum terpenuhi sebab elongasi masih di bawah batas minimum.

Hasil Pengamatan Hilal

Dalam keadaan tersebut, secara astronomis, hilal tidak dapat dirukyat. Hal ini dipastikan melalui hasil rukyat yang melaporkan tidak ada penampakan hilal di seluruh lokasi pemantauan.

Hasil perhitungan dan pengamatan ini menjadi acuan penetapan awal Syawal dengan menyelesaikan Ramadan menjadi 30 hari (istikmal).

"Karena hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas dan tidak berhasil dirukyat, maka penetapan awal Syawal dilakukan dengan istikmal, sehingga jatuh pada 21 Maret 2026,” ucapnya.

Abu Rokhmad menegaskan bahwa hasil rukyat di setiap negara juga mendukung keputusan itu karena hilal tidak tampak saat pengamatan.

Kesepakatan Negara MABIMS
Di Malaysia, pemerintah menentukan Idulfitri jatuh pada 21 Maret setelah pengamatan hilal dan persetujuan Majlis Raja-Raja. Brunei Darussalam juga mengadakan keputusan yang sama setelah hilal tidak tampak di tempat pemantauan. Singapura juga menetapkan Idulfitri pada hari yang sama.

"Di Singapura, penetapan juga mengarah pada tanggal yang sama, sehingga seluruh negara MABIMS merayakan Idulfitri secara serentak,” sambungnya.

Ia menganggap keserentakan ini sebagai indikator yang baik dalam usaha harmonisasi kalender Hijriah di kawasan, sekaligus menunjukkan kematangan metode hisab dan rukyat yang dipakai bersama.

Momentum Persatuan Umat Islam
"Ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ukhuwah dan kebersamaan umat Islam di kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.

Dia berpendapat bahwa persamaan penetapan ini menunjukkan bahwa kriteria MABIMS sebagai konsensus regional berfungsi efektif dalam mengurangi perbedaan awal bulan Hijriah.

"Kita berharap keserentakan ini menjadi simbol persatuan umat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penetapan awal bulan Hijriah,” ucapnya.

Gen Z Takeaway
​Squad goals level: Regional! Akhirnya geng MABIMS (Indo, Malaysia, Brunei, Singapura) resmi synced buat Lebaran hari Sabtu, 21 Maret. Walaupun ada beberapa titik yang tingginya udah 3 derajat, tapi karena elongasinya belum "nyampe target", kita semua sepakat buat istikmal alias nambah puasa sehari lagi. Basically, no more FOMO sama tetangga sebelah karena kita bakal update foto lebaran barengan!

Berita Kemenag Terbaru. Idulfitri kemenag update MABIMS

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB