Polisi: 4 Pelaku dengan 2 Sepeda Motor Terdeteksi Menguntit Andrie Yunus
Astakom.com, Jakarta, – Pihak kepolisian mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman cairan keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Kamis (12/03) lalu.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menemukan bahwa korban diduga diikuti oleh empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor sebelum peristiwa terjadi.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan, temuan tersebut diperoleh setelah tim penyidik menganalisis saluran komunikasi sebanyak 86 titik kamera pengawas yang kami ambil dengan titik-titik dimana diduga para pelaku penyiraman.
“Ini sudah mulai para pelaku ini mengikuti korban ketika korban selesai acara di YLBHI. Korban ini tidak langsung menuju ke tempat kejadian perkara namun sempat mengisi bahan bakar dulu di SPBU Cikini Raya,” ujar Iman dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (16/3).
Ia menjelaskan, dari hasil penelusuran CCTV terlihat para terduga pelaku juga berada di lokasi yang sama dengan korban.
“Dan itu diikuti oleh pelaku sekitar pukul 23.33 para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya juga. Empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini,” lanjutnya.
Setelah itu, para pelaku kembali mengikuti korban hingga lokasi kejadian.
“Pada pukul 23.37 hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 di Jalan Salemba I persimpangan Jalan Talang wilayah Jakarta Pusat, di sana tempat kejadian perkara terjadi,” jelas Iman.
Iman menyebut bahwa rekaman CCTV yang berhasil dikumpulkan menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan.
“Puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami,” kata dia.
Usai kejadian, para pelaku diduga melarikan diri dengan rute berbeda menggunakan dua sepeda motor. Satu motor yang ditumpangi dua orang terduga pelaku melawan arus dari Jalan Salemba menuju Senen, lalu bergerak ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, hingga menuju kawasan Stasiun Gondangdia sebelum mengarah ke wilayah Jakarta Selatan.
Sementara motor lainnya yang juga ditumpangi dua orang pelaku bergerak lurus dari lokasi kejadian menuju Jalan Pramuka, kemudian ke Matraman dan terpantau CCTV menuju kawasan Jatinegara hingga Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.
“Dari rekaman CCTV tersebut yang kami padukan dengan pengolahan digital terhadap alat komunikasi, setelah kejadian salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya,” ungkap Iman.
Hasil analisis jaringan komunikasi juga menunjukkan para pelaku kemudian berpencar menuju beberapa wilayah.
“Para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor,” ujarnya.











