Menlu Rusia Mention Eskalasi AS-Israel: Isu Palestina Sengaja Dihapus?

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Selasa, 17 Maret 2026 | 20:08 WIB
Menlu Rusia Mention Eskalasi AS-Israel: Isu Palestina Sengaja Dihapus?
Menlu Rusia Mention Eskalasi AS-Israel: Isu Palestina Sengaja Dihapus? (Ilustrasi Gemini)

astakom.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyatakan bahwa masalah Palestina saat ini dalam "krisis yang serius" karena fokus dunia teralih oleh ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Menurut Lavrov, sebelum serangan ke Iran berlangsung, pembicaraan tentang Timur Tengah berpusat pada pendirian negara Palestina.

Krisis Palestina Terpinggirkan

"Sekarang semua orang membicarakan konflik di Timur Tengah, tetapi mereka sama sekali tidak merujuk pada Palestina. Isu Palestina seolah sengaja dilupakan," ucap Lavrov pada konferensi pers di Moskow usai bertemu Menlu Kenya, Musalia Mudavadi, melansir dari Anadolu, Selasa, (17/3/2026).

Teguran untuk PBB dan Negara Arab

Lavrov menganggap sikap itu sebagai tamparan berat bagi citra komunitas internasional, khususnya PBB.

Ia mendorong negara negara di wilayah tersebut, terutama negara-negara Arab, untuk mengakui kewajiban mereka dan memastikan PBB bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil terkait Palestina.

Mengenai konflik dengan Iran, Lavrov menegaskan bahwa menghentikan permusuhan adalah langkah utama yang sangat mendesak.

Ia beranggapan bahwa Washington dan Tel Aviv mulai menyadari kesalahan strategi mereka dalam mengharapkan operasi militer yang cepat melawan Teheran.

Rusia Siap Jadi Perantara
Lavrov menegaskan kalau Rusia siap menjadi perantara jika ada usaha serius untuk menyelesaikan krisis, dengan menekankan bahwa Iran memerlukan jaminan keamanan.

Ia pun mengomentari keinginan AS untuk mengambil alih semua uranium yang diperkaya milik Iran sebagai cara tersembunyi Washington untuk menguasai sumber daya energi global.

Di samping itu, ia menyerukan semua pihak untuk menghentikan kegiatan yang merusak infrastruktur sipil dan mengakibatkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil.

Pada kesempatan yang serupa, Lavrov juga membahas kondisi di Ukraina. Ia menuduh Kyiv menghalangi upaya penyelesaian diplomatik dan menyatakan Uni Eropa telah kehilangan kredibilitasnya sebagai mediator akibat posisi yang tidak mendukung.

Kekhawatiran Global dan Konsekuensi Energi
Lavrov juga menanggapi kekhawatiran Kenya terkait warganya yang terlibat dalam konflik di Ukraina sebagai kontraktor militer. Lavrov mengklaim partisipasi mereka dilakukan secara sukarela sesuai dengan hukum Rusia.

Akan tetapi, Menlu Kenya Musalia Mudavadi menekankan bahwa kegiatan tentara bayaran adalah melanggar hukum menurut perundang-undangan Kenya dan menyampaikan keprihatinan tentang krisis energi global yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah.

Gen Z Takeaway
​Lavrov is calling out the world for their short memory!  Rusia lagi nge-spill fakta kalau semua orang sibuk nontonin "drama" rudal AS-Israel vs Iran sampe lupa kalau isu Palestina lagi di-ignore abis-abisan. Rusia juga ngingetin kalau perang ini ujung-ujungnya cuma soal rebutan "harta karun" energi (uranium). Basically, don't get distracted by the big explosions and forget the real human rights crisis!

Gaza Palestina Kemerdekaan Palestina Rusia Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB