Dapur MBG Jadi Rezeki Baru: Produksi Tempe Naik 100% dan Buka Lapangan Kerja
astakom.com, Jakarta - Saat kabut masih menyelimuti langit pagi, aroma khas kedelai rebus sudah mulai tercium di sebuah rumah produksi tempe sederhana di Desa Jatimalang, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.
Di situlah seorang pengusaha tempe bernama Ozy (30) bersama istrinya menjalankan usaha tempe. Sejak hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dia kini semakin sibuk.
Tentang rumah produksi tempe yang kini dijalankannya, Ozy bercerita awalnya dia bekerja pada orang lain, belajar dari proses produksi hingga pemasaran. Setelah merasa cukup mengerti, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri bersama sang istri."Awalnya cari-cari pengalaman kerja di orang, terus ada modal ya mulai di sini sama istri. Alhamdulillah bisa maju, bisa mengembangkan usaha tempe di sini," kata Ozy, dikutip pada Senin (16/3/2026).
Produksinya meningkat
Biasanya dia memproduksi tempenya sekitar satu kuintal per hari. Lalu, tempe-tempe tersebut ia pasarkan ke Pasar Tawangsari serta ditawarkan kepada pedagang sayur keliling dan warung-warung makanan di sekitar wilayahnya.Tapi, setelah menyuplai tempe untuk beberapa dapur MBG di wilayah Sukoharjo, aktivitas di rumah produksinya jadi lebih ramai. Dia bilang dari rumah produksi tempenya dia bisa menyuplai enam dapur.
"Alhamdulillah ada program MBG ini bisa dapat menyuplai sekitar enam dapur," ujarnya.
Dapet orderan seminggu sekali
Untuk sekali pengiriman, Ozy bilang setiap dapur biasanya memesan sekitar 250 hingga 300 potong tempe. Pemesanan diorder seminggu dua kali, dengan jadwal pengiriman yang berbeda-beda di setiap dapur.Permintaan tambahan tersebut membuat produksi tempe Ozy meningkat pesat, bahkan naik hingga dua kali lipat.
"Semenjak ada MBG itu sekarang produksi sekitar dua kuintal per hari, naik 100 persen," katanya.
Bisa beli alat baru
Lonjakan produksi itu membuat pendapatannya meningkat. Dari usaha yang dia bangun dari nol itu, sekarang Ozy mulai memperbaiki fasilitas produksi dan menambah peralatan termasuk membeli mesin baru untuk membantu proses produksi."Alhamdulillah dari program MBG ini bisa beli mesin untuk pencucian dan penggilingan. Alhamdulillah juga bisa menambah karyawan," imbuhnya.
Proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien karena ada tambahan mesin baru. Ozy bahkan mulai merekrut beberapa warga sekitar untuk membantu produksi tempe setiap hari.
Perkembangan usahanya bukan hanya soal peningkatan penjualan, tetapi juga kesempatan berbagi manfaat dengan lingkungan sekitar.
"Bisa mempekerjakan tetangga-tetangga sekitar rumah, jadi karyawan," katanya.
Berharap program terus jalan
Dia berharap program MBG bisa terus berjalan sehingga tidak hanya membantu kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil di daerah."Harapan buat program MBG semoga selalu berjalan lancar, bermanfaat buat anak-anak sekolah dan para UMKM di sekitarnya," kata Ozy.
Ozy sangat berteima kasih atas adanya program MBG ini, jika bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto, dia ingin menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.
Dia berdoa agar Presiden selalu sehat dan terus membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Terima kasih Pak Prabowo, semenjak ada MBG usaha saya jadi berkembang dan maju. Bisa renovasi tempat produksi tempe, menambah alat-alat produksi. Semoga Pak Prabowo sehat selalu, semakin sukses, bisa mengayomi masyarakat dan membuat Indonesia lebih maju," tutup Ozy.










