Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

‘Pelangi di Mars’ Tunjukkan Keberanian Sineas Indonesia Menjelajah Genre Sci-Fi

astakom.com, Jakarta – Film Pelangi di Mars menjadi salah satu karya yang menandai langkah baru dalam perkembangan perfilman Indonesia. Produksi ini dinilai menunjukkan keberanian sineas Tanah Air dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah yang selama ini belum banyak digarap di industri film nasional.

Selain menawarkan cerita bertema luar angkasa, film ini juga memanfaatkan pendekatan teknologi produksi yang lebih modern.

Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya menghadirkan visual yang lebih imajinatif dan berbeda dari film-film konvensional.

Apresiasi terhadap film ini juga datang dari pemerintah yang melihatnya sebagai sinyal positif bagi perkembangan industri kreatif nasional, khususnya dalam mendorong inovasi genre dan teknologi dalam produksi film.

Eksplorasi genre Sci-Fi di perfilman Indonesia

Deputi Bidang Kreativitas Media di Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Agustini Rahayu, menilai film Pelangi di Mars menjadi contoh keberanian sineas Indonesia untuk keluar dari pola cerita yang selama ini lebih banyak didominasi genre drama dan horor.

Menurutnya, eksplorasi genre baru penting untuk memperluas pilihan cerita dalam industri film nasional.

“Film ini menunjukkan bahwa sineas Indonesia berani mengeksplorasi genre baru, termasuk science fiction, yang selama ini belum banyak digarap di industri film kita.”

Pemanfaatan teknologi XR dalam produksi

Film yang disutradarai oleh Upie Guava tersebut juga memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dalam proses produksinya. Teknologi ini memungkinkan penggabungan adegan nyata dengan lingkungan virtual secara real-time sehingga menciptakan dunia fiksi yang lebih imersif.

Pendekatan tersebut dinilai sebagai langkah inovatif dalam produksi film Indonesia karena memungkinkan penciptaan latar luar angkasa seperti planet Mars tanpa harus bergantung sepenuhnya pada lokasi syuting fisik.

Penggunaan teknologi ini sekaligus memperlihatkan bahwa sineas lokal mulai mengadopsi metode produksi yang juga digunakan dalam industri film global.

Cerita petualangan anak di planet Mars

Dari sisi cerita, Pelangi di Mars menghadirkan kisah petualangan seorang anak bernama Pelangi yang hidup di koloni manusia di planet Mars.

Ia menjalani perjalanan untuk menemukan sumber mineral yang diyakini dapat membantu mengatasi krisis air di Bumi.

Kisah tersebut memadukan unsur petualangan, teknologi, dan pesan tentang masa depan lingkungan. Melalui cerita ini, film diharapkan dapat menghadirkan pengalaman baru bagi penonton sekaligus mengajak generasi muda membayangkan masa depan eksplorasi luar angkasa.

Gen Z Takeaway
Film Pelangi di Mars jadi bukti bahwa sineas Indonesia mulai berani keluar dari zona nyaman dengan mencoba genre sci-fi dan teknologi produksi modern seperti XR. Langkah ini membuka peluang bagi industri film nasional untuk menghadirkan cerita yang lebih beragam, visual yang lebih canggih, dan pengalaman menonton yang makin fresh bagi generasi muda.

Feed Update

Freya JKT48 Jadi Korban Manipulasi Foto AI, Kasus Deepfake Ramai Disorot

astakom.com, Jakarta – Kapten grup idola JKT48, Freya Jayawardana, resmi melaporkan dugaan manipulasi foto berbasis kecerdasan buatan (AI) Grok kepada pihak kepolisian. Foto dirinya yang...

Nostalgia Meteor Garden! F4 Umumkan Konser Reuni di Jakarta pada 30 Mei 2026

astakom.com, Jakarta - Kabar yang bikin generasi 2000-an auto nostalgia akhirnya datang juga. Boyband legendaris Taiwan, F4, resmi diumumkan akan menggelar konser reuni di Jakarta...

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! Pecahkan Rekor Box Office Indonesia, Geser Avengers: Endgame

astakom.com, Jakarta - Film komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! mencetak sejarah baru di industri perfilman nasional setelah resmi menjadi film dengan jumlah penonton terbanyak...

Kontroversi Chat Pribadi Picu Kecaman, Foto Momen Duka Barbie Hsu Diduga Dipakai Rayu Wanita

astakom.com, Jakarta – Nama mendiang aktris Taiwan Barbie Hsu kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kontroversi yang menyeret anggota keluarganya. Seorang adik ipar sang aktris...

Mantan Suami Britney Spears Digugat Bank, Utang Kartu Kredit Tembus Rp205 Juta

astakom.com, Jakarta - Mantan suami penyanyi pop dunia Britney Spears, Kevin Federline, dilaporkan menghadapi gugatan hukum dari Bank of America terkait dugaan tunggakan kartu...

Heeseung Dikabarkan Keluar dari ENHYPEN! Agensi BELIFT LAB Sampaikan Pernyataan Resmi

astakom.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari industri K-Pop setelah beredar laporan mengenai salah satu anggota boy group ENHYPEN, yaitu Lee Heeseung, yang disebut...