Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

Cendikiawan NU: Perang Amerika-Iran-Israel Jangan Bawa- Bawa Agama!

astakom.com, Jakarta- Pada sebuah Talkshow di stasiun Tv Nasional, cendikiawan muda NU Islah Bahrawi atau sosok yang biasa disapa Cak Islah ini menekankan tidak ada yat-ayat suci agama manapun, semisal Al Qur’an, Alkitab, Taurat dan sebagainya yang mengajarkan kekerasan.

Karena apa? Yang menjadi korban adalah peradaban manusia.”Mau Iran, mau Israel, (Amerika) silakan berperang dengan motivasi politik, dengan motivasi apapun, tapi jangan pernah masukkan agama,” kutip astakom.com dari penggalan video talkshow itu pada Sabtu (15/03/2026).

Mengulik sejarah, Ia juga mengingatkan soal pertikaian di Timur tengah hari ini bukan hanya terjadi hari ini. Semua perang-perang pembantaian, termasuk juga pembantaian Sayyidina Husein di Karbala dan sebagainya, itu kan sebenarnya atas nama kepentingan politik (kekuasan).

Kekhawatiran akan adanya oknum atau phak-pihak yang didalam negeri Indonesia yang seolah ingin menarik-narik eskalasi di Iran kearah ‘benturan identitas’ bukan tanpa alasan. Pantauan redaksi astakom.com, 2 pekan lebihb sejak arogansi Amerika-Israel menyerang Iran, seketika ramai di postingan-postingan liar di medsos yang ‘membawa-bawa’ agama dalam eskalasi tersebut.

Jangan juga menyalahkan faham agama

Intelektual muda NU yang ‘siswa tamu’ diluar negeri ini juga meluruskan soal faham Islam Syiah yang mayoritas dipedomanin masyarakat Iran. “Termasuk orang yang hari ini mengkafir-kafirkan Syiah sebelumnya. Saya bukan Syiah, tapi gara-gara ngomong begini saya sering dituduh Syiah. Saya ini Islam aja, nggak usah dibagi-bagi dalam sekte, meskipun saya NU” tegasnya.

Seolah menghimbau agar kalangan Islam Indonesia dan dunia jangan terpolarisasi dan membesar-besarkan perbedaan pemahaman.

Lepas dari apapun motif serangan sporadis Amerika-Israel, Cak Islah menekankan agar publik, utamanya kelompok-kelompok agamawan menjadikan ajaran agama untuk meligitimasi kekerasan atas nama agama. “Jangan kemudian dilegitimasi dengan berbagai sitiran seolah-olah itu perintah Tuhan. Itu bukan perintah Tuhan, itu perintah ambisinya sendiri (Amerika- Israel- Iran).”

Doktrin agama diplintir

Selain dari sisi maraknya pelintiran doktrin agama pada eskalasi Amerika-Iran-Israel,cendikiawan yang pernah mengenyam pendidikan pesantren dan studi luar negeri (California) ini melihat prilaku negara-negara kolonial dahulu sebagai bibit konflik ‘tangan dan produk warisan kolonial yang terus tumbuh sebagi bibit konflik. Ia mengungkpa, bahwa perkara arogansi Israel ini penyerobotan tanah wilayah Pelestina oleh kelompok Yahudi Zionis. Juga terjadi pada konflik turunan dinegara-negara lain.

“Tanah orang lain diputuskan oleh orang lain untuk dibagi-bagi. Dan hari ini semua berkecamuk. Perang India dan Pakistan itu juga produk kolonial itu. Karena dibagi-bagi oleh penjajah. Termasuk juga apa yang terjadi di Israel dan berbagai tanah Arab di Timur Tengah ini”.

“Ini kan hasil perjanjian Sykes-Picot, setelah itu Arthur Balfour, setelah itu kemudian berusaha dinetralisir oleh Abraham Accord dan sebagainya. Sudah terlambat.” lanutnya.

Tidak ada teror-pembantaian atas nama agama!

Di Indonesia juga banyak kelompok-kelompok teror yang mengatasnamakan agama seolah-olah dia dihalalkan oleh Tuhan untuk membinasakan orang lain.

Cak Islah dalam Talkshow itu juga menyinggung bagaimana perang AS-Israel-Iran akan berakhir dan siapa yang akan menjadi pemenangnya?

“Dalam perang nggak ada yang menang. Jangan pernah berharap ada kesimpulan benar dan salah dari satu perang. Yang ada adalah jumlah kematian dan serdadu yang terpaksa tersungkur.” ungkapnya, mengutip Ernest Hemingway

Dibagian pengalaman lainya, Ia juga menyampaiakan tentang ajaran para intelektual agama selayaknya tidak ada yang mengajarkan kekerasan-pembantaian. “Guru-guru saya di Amerika ada orang Yahdi (bukan Yahudi Zionis) Mengajarkan saya apa? Mengajarkan saya tentang filsafat dan sejarah Islam. Dan semuanya berkesimpulan tidak ada yang bisa dibenarkan dari pembataian semcam Holocaust, Tapi (mereka) tidak juga membenarkan pembantaian orang-orang di Gaza” tegasnya.

Sekali lagi ia menegaskan agar eskalasi Timur tengah tidak ada hubungannya dengan agama. “Kemanusiaan itu al-insaniyyatu qabl ad-tadayyun. Kemanusiaan itu beyond dari semua agama. Orang sebelum mengenal agama, menjadi manusia dulu.” (aRsp)

Gen Z Takeaway
Konflik kayak yang melibatkan Iran, Israel, dan United States itu lebih banyak didorong ambisi politik, bukan ajaran agama. Jangan sampai agama dijadikan tameng buat membenarkan perang atau kekerasan. Pada akhirnya, perang nggak pernah benar-benar punya pemenang—yang ada cuma korban manusia. Jadi sebelum bawa-bawa identitas atau mazhab, ingat dulu: kita ini sama-sama manusia. ✨

Feed Update

Perpempuan Gerindra Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan 1.000 Paket Sembako

astakom.com, Jakarta – Jumat berkah. Begitulah gambaran suasana hangat dan penuh kebersamaan yang terpancar di Kantor DPP Partai Gerindra pada Jumat sore (13/3/2026). Momen...

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...