Kapal di Hormuz 'Menyamar' Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran!

Editor: Nur Nadiah Islamiyah
Jumat, 13 Maret 2026 | 18:31 WIB
Kapal di Hormuz 'Menyamar' Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran!
Kapal di Hormuz 'Menyamar' Pakai Identitas China Biar Nggak Kena Sasaran! (Astakom / Angkatan Laut Kerajaan Thailand)

astakom.com, Jakarta - Beberapa kapal komersial yang melewati Selat Hormuz dan Teluk Persia saat ini menerapkan strategi berbeda untuk menghindari serangan.

Mereka mengganti identitas digital kapal dan mengklaim sebagai milik China untuk mengurangi risiko menjadi target militer Iran.

Data Lalu Lintas Maritim: 8 Kapal Ganti Identitas di Teluk Persia

Menurut data lalu lintas maritim, kejadian ini sering terjadi sejak terjadinya perang antara koalisi AS-Israel dan Iran pada 28 Februari 2026.

Informasi data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic memeperlihatkan setidaknya 8 kapal besar di Teluk Persia dan Teluk Oman mengubah tanda tujuan mereka.

Strategi 'Menyamar': Kapal Ganti Identitas Jadi Milik China!

Alih-alih menyebutkan pelabuhan tujuan, mereka malah mencantumkan pesan singkat seperti “CHINA OWNER” atau “CHINA OWNER & CREW”.

Analisis risiko perdagangan oleh Kpler, Ana Subasic, mengungkapkan kalau  tindakan ini semata mata dilakukan untuk melindungi keselamatan kru dan barang.

"Tujuan utama kapal-kapal yang secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai 'kapal China' adalah untuk mengurangi risiko diserang, bukan untuk mempermudah perjalanan melalui selat itu sendiri,” ucap Subasic, dikutip oleh astakom pada Jumat, (13/3/2026).

China: Sinyal Perlindungan dari Serangan Iran
Iran dan kelompok afiliasinya justru ngehindar dari sasaran yang berkaitan sama China. Hal Ini disebabkan oleh peran China yang cukup netral dan memiliki hubungan ekonomi yang kokoh dengan Teheran.

Semenjak konflik dimulai, Iran diketahui terus mengirimkan lebih dari 11 juta barel minyak ke Tiongkok lewat Selat Hormuz. Direktur klien Reddal, Kun Cao, menyatakan kalau identitas ini berperan sebagai sinyal peringatan untuk para penyerang.

"Pesannya adalah: 'jangan salah sangka, saya bukan jenis kapal yang Anda katakan akan Anda tabrak',” ucap Cao.

Meskipun mengklaim sebagai milik China, sebagian besar kapal itu sebenarnya beroperasi dengan bendera Panama atau Kepulauan Marshall. Kapal 'Iron Maiden' yang berbendera Kepulauan Marshall mengubah identitasnya menjadi 'pemilik Tiongkok' sampai mendekati perairan Oman pada tanggal 4, lalu mengembalikannya ke kondisi awal.

Kapal 'Sino Ocean' yang terdaftar di Liberia juga menunjukkan identitasnya sebagai Tiongkok dalam data AIS-nya saat melintasi selat, dan segera dihapus seusai keluar.

Taktik 'Menyamar': Apakah Efektif di Tengah Ketegangan?
Diketahui bahwa ada 30 kapal telah melintasi selat menggunakan cara ini dalam satu minggu terakhir Dalam sektor pelayaran, bendera kapal sering untuk gak menunjukkan kewarganegaraan pemilik aslinya.

Sampai sekarang, para pakar ekonomi transportasi masih meragukan efektivitas taktik "menyamar" ini. Akan tetapi, untuk para pemilik kapal, tindakan ini menjadi usaha terakhir di tengah kondisi yang semakin berisiko.

Gen Z Takeaway
​It's giving "Fake it 'til you make it" level: High Seas! Kapal-kapal ini beneran main aman dengan cara identity theft demi dapet perlindungan "vibe" netralnya China. Ini bukti kalau di zona perang, branding itu nyawa. Kalau lo nggak punya protection dari negara kuat, lo harus pinter-pinter "cosplay" jadi temennya musuh biar nggak kena hit. The ocean is officially a masquerade party now!

Berita Timur Tengah Terbaru. China iran Keamanan Timur Tengah 2026 Update Konflik Timur Tengah 2026.

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB