3 Syarat dari Iran Buat AS-Israel Kalau Mau Damai!! : Cek Rinciannya
astakom.com, Jakarta - Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian telah mengemukakan tiga syarat untuk menghentikan perang yang kini berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel
Hal ini berdasarkan menurut para analis bisa menunjukkan peluang de-eskalasi saat konflik memasuki hari ke-13, melansir dari Al Jazeera pada Jumat, (13/3/2026).
3 Syarat Iran untuk Mengakhiri Perang dengan AS-Israel
Pada sebuah postingan di platform X, presiden Iran menyatakan bahwa setiap resolusi harus mengakui hak-hak sah Iran, termasuk ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama perang, serta memberikan jaminan internasional yang kuat bahwa negara tersebut tidak akan menghadapi agresi di masa depan."Saat berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan ini. Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap agresi di masa mendatang,” demikian pernyataan tertulis Pezeshkian.
Al Jazeera turut melaporkan kalau pernyataan itu mencerminkan sikap diplomatik yang jarang terlihat dari Teheran, yang sebelumnya menolak opsi negosiasi atau gencatan senjata saat perang udah dimulai hampir dua minggu lalu.
Peringatan Militer Iran: Serangan ke Pelabuhan Akan Direspons Keras
Sebelumnya, pejabat militer Iran telah memperingatkan kalau ketegangan bisa meningkat jika Washington menyerang fasilitas pelabuhan Iran. Abolfazl Shekarchi, juru bicara militer Iran, menyatakan bahwa tidak akan ada pelabuhan atau pusat ekonomi di Teluk Persia yang terlindungi jika pelabuhan Iran diserang."Jika pelabuhan dan dermaga kami terancam, semua pelabuhan dan dermaga di kawasan ini akan menjadi target sah kami,” ucap Shekarchi, melansir dari media pada Jumat, (13/3/2026) yang mengutip televisi pemerintah Iran.
"Angkatan Bersenjata akan melakukan operasi yang lebih berat daripada yang telah kami lakukan sejauh ini jika pelabuhan Iran diserang," ucapnya.
"Kami menyerukan kepada negara-negara di kawasan ini untuk mengusir Amerika dari tanah mereka," sambung dia.
Tensi Meningkat: Strategi Asimetris Iran di Tengah Perang
Ia menegaskan kalau militer Iran bakal melakukan “tindakan yang lebih besar daripada yang telah dilakukan sejauh ini” jika fasilitas pelabuhan Iran diserang dan mendesak negara-negara di kawasan untuk mengusir pasukan AS dari wilayah mereka.Peringatan ini muncul bersamaan dengan semakin meningkatnya tensi perang. Pada 28 Februari lalu, serangan terkoordinasi diluncurkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Teheran serta beberapa kota lain di Iran, mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.
Iran menanggapi dengan serangkaian serangan misil dan drone yang menyasar Israel serta aset AS di berbagai lokasi di Timur Tengah, sambil menerapkan strategi asimetris, termasuk ancaman untuk mengganggu Selat Hormuz yang krusial, jalur penting bagi pengiriman minyak global.













