Indonesia & PBB: Ngobrolin Masa Depan Multilateralisme di Peringatan Ke-80 Tahun PBB!
astakom.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) menegaskan komitmen Jakarta dalam memperkuat kolaborasi multilateralisme di tengah situasi global yang selalu berubah dan penuh ketidakpastian. Pernyataan ini muncul saat organisasi internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memasuki usia 80 tahun.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu, Tri Tharyat, mengungkapkan hal itu dalam seminar berjudul The UN at 80: Shaping the Future of Multilateralism yang diadakan di Kantor Perwakilan Luar Negeri Republik Indonesia bersama Kantor Perwakilan PBB di Jakarta pada, Rabu (11/3/2026).
Komitmen Indonesia dalam Multilateralisme
Ia menegaskan bahwa bagi Indonesia, adanya PBB yang efisien, inklusif, dan relevan tetap merupakan prioritas utama.Acara ini mengumpulkan lebih dari 120 pemangku kepentingan, termasuk negara-negara anggota PBB, mitra pembangunan, pembuat kebijakan, akademisi, perwakilan kementerian, dan pemimpin lembaga PBB untuk membahas cara organisasi internasional dapat menghadapi tantangan global dengan lebih efektif.
Seminar UN 80: Memperkuat Kerja Sama Global
Tri Tharyat memaparkan kalau support Indonesia kepada PBB tidak didasari oleh keyakinan bahwa multilateralisme tidak terbatas. Sebaliknya, ini dipicu oleh fakta bahwa ukuran dan kompleksitas masalah global saat ini memerlukan pendekatan kolaboratif yang lebih kuat."Bukan karena multilateralisme tanpa keterbatasan, tetapi karena skala dan kompleksitas tantangan saat ini menjadikan pendekatan kolektif semakin diperlukan," ucap Tri Tharyat dikutip oleh astakom pada Kamis, (12/3/2026).
"Bagi Indonesia, PBB yang efektif, inklusif, dan relevan dengan tujuan yang diembannya tetap menjadi hal yang sangat penting. Bukan karena multilateralisme tanpa keterbatasan, tetapi karena skala dan kompleksitas tantangan saat ini menjadikan pendekatan kolektif semakin diperlukan,” ucap Tri pada sambutannya dikutip oleh astakom pada Kamis, (12/3/2026).
Reformasi PBB: Inisiatif UN 80
Kini, PBB sedang melaksanakan proses reformasi struktural yang signifikan melalui Inisiatif UN 80.Program yang diinisiasi oleh Sekretaris Jenderal António Guterres ini bertujuan untuk membentuk sistem PBB yang lebih efisien, terintegrasi, dan memberikan pengaruh langsung kepada komunitas global.
Poin utama dari proyek ini mencakup:
- Peningkatan efektivitas operasional di seluruh organisasi PBB.
- Meninjau kembali ribuan mandat usang agar lebih relevan dengan tuntutan zaman.
- Perubahan metode kerja sistem PBB di sektor perdamaian, pembangunan, misi kemanusiaan, dan hak asasi manusia
Pentingnya Kerja Sama Internasional di Era Ketidakpastian
Sejalan dengan Kemenlu, Koordinator Residen PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menegaskan signifikansi kerja sama internasional yang berkelanjutan.Ia mengungkapkan bahwa di tengah meningkatnya ketidakpastian global, PBB tetap sebagai wadah terpenting untuk diskusi dan tindakan kolektif.
"Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, PBB tetap menjadi platform penting untuk dialog, kerja sama, dan aksi bersama. Inisiatif UN80 bertujuan memastikan bahwa PBB terus berkembang agar dapat melayani masyarakat di seluruh dunia dengan lebih baik bekerja lebih efektif, lebih terpadu, dan memberikan dampak yang lebih besar,” ucap Sabharwal.













