Tensi Meningkat di Selat Hormuz: Iran Tanam Ranjau, AS Siap Tindak!
astakom.com, Jakarta - Selat Hormuz, salah satu rute energi paling berpengaruh di dunia, dikonfirmasi bahwa sudah mulai dipenuhi ranjau oleh Iran di tengah atas meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah.
Laporan dari intelijen AS menyatakan kalau penanaman ranjau telah dimulai dalam beberapa hari terakhir. Walaupun begitu, struktur dalam pemasangan tersebut masih dinilai terbatas.
Iran Mulai Tanam Ranjau di Selat Hormuz
Akan tetapi, Iran tetap menyimpan sebagian besar potensi militernya untuk melaksanakan operasi yang sama. Salah satu sumber menyatakan bahwa sekitar 80-90 persen kapal kecil dan kapal penebar ranjau Iran masih dalam keadaan siaga, sehingga secara realistis Teheran mampu menempatkan ratusan ranjau tambahan di jalur air yang strategis tersebut.Selat Hormuz adalah rute terpenting perdagangan energi bagi global. Sekitar 20 persen dari pasokan minyak mentah global melalui jalur laut sempit itu setiap harinya.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), yang saat ini secara efektif menguasai selat beserta angkatan laut reguler Iran, dianggap memiliki kekuatan militer yang besar di wilayah tersebut.
AS Beri Peringatan Keras kepada Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan reaksi atas laporan tersebut dengan warning yang keras. Pada postingan di media sosial Truth Social Selasa kemarin Trump meminta agar ranjau yang udah dipasang harus di singkirin.“Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz dan kami belum menerima laporan lengkap tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut disingkirkan segera,” keterangan Trump, dikutip oleh astakom pada Rabu, (11/3/2026).
Gak hanya itu, ia juga memberikan warning kalau ranjau tersebut gak cepet dihapus, Iran bakalan mengalami konsekuensi "Pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" ucap Trump.
Akan tetapi, Trump menyatakan, kalau Teheran narik atau matiin ranjau tersebut, bakalan jadi langkah besar buat deeskalasi.
Militer AS Tindak Lanjut dengan Operasi di Selat Hormuz
Gak lama dari itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan kalau militer Amerika udah ngelakuin operasi atas kapal kapal Iran di wilayah Selat Hormuz.Pada postingan di platform X, Hegseth mengungkapkan kalau atas perintah Trump, Komando Pusat AS (CENTCOM) udah merobohkan beberapa jumlah kapal penebar ranjau Iran yang udah gak aktif di wilayah tersebut.
"Atas arahan Presiden Trump, Komando Pusat AS telah melenyapkan kapal-kapal penebar ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz menghancurkannya dengan presisi yang kejam,” tulis Hegseth.
"Kami telah melenyapkan kapal-kapal penebar ranjau yang tidak aktif di Selat Hormuz dengan presisi yang kejam. Kami tidak akan membiarkan teroris menyandera Selat Hormuz,” tulis keterangan tersebut.
CENTCOM juga menyatakan sudah menghancurkan sejumlah kapal Angkatan Laut Iran, termasuk 16 kapal penebar ranjau, di sekitar jalur pelayaran penting itu.












